Youtuber hingga Wiraswasta Bisa Punya Rumah Lewat BP Tapera, Segini Iurannya
29 September 2021 18:25 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Youtuber hingga Wiraswasta Bisa Punya Rumah Lewat BP Tapera, Segini Iurannya
BP Tapera juga menyasar pekerja informal seperti youtuber hingga wiraswasta untuk dibantu dalam kepemilikan rumah.kumparanBISNIS

Ketua Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, mengatakan tren ke depan milenial bisa saja tidak memilih pekerjaan formal. Sebab, ada berbagai pilihan pekerjaan lain seperti youtuber hingga wiraswasta yang harus tetap dibantu dalam kepemilikan rumah.
Kondisi pekerjaan informal tidak menutup kemungkinan membuat perbankan berpikir dua kali dalam menyalurkan pembiayaan perumahan karena penghasilan setiap bulannya tidak tetap.
โNah yang menjadi tantangan adalah wiraswasta dan pekerja mandiri karena mereka enggak punya slip gaji," kata Adi saat webinar yang digelar Infobank, Rabu (29/9).
Untuk itu, Adi mengungkapkan bakal menjembatani mereka yang penghasilannya setiap bulan berbeda dengan bergabung di BP Tapera. Ia mengatakan, mereka harus rutin menabung di BP Tapera.
Adi menjelaskan, dengan rutin menabung tersebut bakal bisa menjadi pertimbangan perbankan memberikan pinjaman KPR kepada para pekerja informal atau pengusaha khususnya yang berpenghasilan rendah.
โKalau rutin menabung selama 12 bulan, berturut-turut, mereka eligible untuk mendapatkan pembiayaan. Kita menjembatani anak-anak milenial dengan pekerjaan informal dengan perbankan melalui menabung,โ ujar Adi.
โHarapannya dengan menabung, bank bisa melihat kemampuan membayar teman-teman milenial," tambahnya.
Adi membeberkan, besaran tabungan yang harus disetor peserta ke BP Tapera juga tidak terlalu besar. Untuk mereka yang memiliki pendapatan tetap, besarannya adalah 2,5 persen beban pekerja dan 0,5 persen beban pemberi kerja. Sementara, besaran untuk pekerja mandiri seperti sektor informal adalah sebesar 3 persen.
โIurannya murah kok, 3 persen. Kalau gaji 3 juta, ya cukup Rp 90 ribu sebulan. Melalui tabungan gotong royong, kita bisa membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah agar memiliki rumah," ucapnya.
