Ada Apa dengan Liverpool?
30 Oktober 2025 16:09 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Ada Apa dengan Liverpool?
Apa masalah yang sedang dialami Liverpool? #kumparanBOLAkumparanBOLA

Harry Maguire, Patrick Dorgu, dan satu orang pemain Man United lainnya berdiri tanpa pengawalan di lini belakang Liverpool. Mereka bertiga sangat siap menanduk bola hasil umpan dari Bruno Fernandes.
Benar saja, ketika bola dilayangkan ketiganya siap menyambut. Bola lalu ditanduk Maguire ke gawang tanpa bisa dihalau Mamardhasvilli.
Maguire kegirangan. Eks Leicester City lalu melakukan selebrasi knee slide di depan pendukung Liverpool.
Malam itu, Man United menang atas Liverpool di Anfield dengan skor 2-1. Kemenangan yang sudah lama tak dirasakan βSetan Merahβ di markas rivalnya itu. Kalau ditotal sudah hampir sembilan tahun setengah Man United tak menang di markas Liverpool.
Hasil itu juga beri alarm berbahaya untuk βSi Merahβ. Empat laga diakhiri dengan kekalahan. Tiga laga setelahnya, Liverpool kalah dua kali kalah (dari Brentford dan Crystal Palace) dan menang sekali lawan Frankfurt.
Kalau ditotal tujuh laga terakhir, Liverpool telan enam kekalahan dan cuma satu menang di semua kompetisi.
Lantas, apa masalah yang sedang dialami Liverpool?
Struktur Pertahanan Buruk
Lini belakang Liverpool terlihat rapuh beberapa laga terakhir. Dalam tujuh laga terakhir, gawang Liverpool sudah kebobolan 14 kali. Itu artinya ada rata-rata dua gol di tiap laganya.
Kegagapan dalam mengatasi serangan balik jadi salah satu masalah. Itu sebenarnya sudah terlihat sejak laga pertama Premier League musim ini.
Gol Antoine Semenyo ke gawang Alisson Becker buah dari rapuhnya mengatasi counter. Semenyo bebas berlari dari belakang ke depan tanpa bisa dihalau. Ujung cerita, Semenyo bisa membuat gol.
Kebobolan dari serangan balik juga tercipta saat lawan Brentford. Damsgaard melepaskan umpan tanpa halauan ke Schade. Kemudian gol tercipta.
Dua sisi di pertahanan juga jadi masalah. Miloz Kerkez kerap jadi sasaran pemain-pemain lawan untuk dieksploitasi. Gol Bryan Mbeumo jadi contoh yang nyata. Kerkez yang agresif agak kesulitan di jantung pertahanan.
Liverpool juga bermasalah mengatasi umpan silang. Selain gol dari Maguire, gol Nketiah dan Outara Dango hasil dari buruknya antisipasi umpan silang.
Rindu Trent Alexander Arnold saat Menyerang?
Hal lain yang membuat Liverpool berbeda musim ini adalah Alexander-Arnold. Tanpa TAA, Liverpool kehilangan permainan direct nan mematikan.
Dengan umpannya, TAA bisa membelah pertahanan lawan. TAA juga bisa menjadi penyuplai ulung untuk Mo Salah yang sangat cepat saat counter.
Saat ini, Arne Slot malah kebingungan cari pemain yang ajeg di bek sayap kanan. Connor Bradley, Jeremie Frimping, hingga Dominik Szoboszlai dicoba. Namun, tak ada yang benar-benar bisa memberikan kenyamanan di lini serang Liverpool.
