Allano Jadi Korban Rasialisme Usai Lawan Persib, Persija Angkat Suara

13 Januari 2026 21:00 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Allano Jadi Korban Rasialisme Usai Lawan Persib, Persija Angkat Suara
Persija Jakarta mengecam tindakan rasialisme yang diterima salah satu penggawanya, Allano Lima. Allano jadi korban rasialisme usai pertandingan melawan Persib Bandung pada 11 Januari lalu.
kumparanBOLA
Pemain Persija Jakarta Allano Brendon De Souza Lima berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC saat pertandingan BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (29/11/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Persija Jakarta Allano Brendon De Souza Lima berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC saat pertandingan BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (29/11/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Persija Jakarta mengecam tindakan rasialisme yang diterima salah satu penggawanya, Allano Lima. Allano jadi korban rasialisme usai pertandingan melawan Persib Bandung pada 11 Januari lalu.
Manajer Persija, Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko, menjelaskan bahwa Persija memberikan dukungan penuh untuk Allano, baik secara moral maupun psikologis.
β€œPersija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima. Klub memberikan dukungan penuh secara moral dan psikologis kepada pemain kami, serta memastikan ia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini,” kata Ardhi dalam pernyataan resmi.
Pesepak bola Persija Jakarta Allano Brendon (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persita Tangerang Muhammad Toha (kiri) pada pertandingan BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Minggu (10/8/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
Sementara itu, Allano mengakui bahwa dirinya menjadi korban rasialisme di media sosial. Ia ingin bangkit dari hal ini, dan fokus bersama Persija di laga-laga selanjutnya.
β€œSaya bangga dengan siapa diri saya, saya bangga dengan apa yang telah saya capai. Tindakan rasisme ini justru menunjukkan seberapa jauh saya telah bertumbuh dari titik awal saya berasal," ujar Allano.
"Pohon yang berbuah lebat adalah pohon yang paling sering dilempari batu. Kini saatnya kembali bekerja dan melanjutkan perjalanan kami. Jalan masih panjang. Kami akan terus berjuang," lanjutnya.
Trending Now