Berdesakan Masuk Stadion, 17 Orang Suporter di Angola Tewas

11 Februari 2017 7:29 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:18 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Berdesakan Masuk Stadion, 17 Orang Suporter di Angola Tewas
kumparanBOLA
Ilustrasi suporter di stadion. (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suporter di stadion. (Foto: Reuters)
Sepak bola kembali memakan korban. Kali ini dari Ugie, sebuah kota di utara Angola. Dalam laga pembuka divisi teratas Liga Angola (Girabola) antara Santa Rita de Cassia menghadapi Recreativo Do Libolo pada Jumat (10/2) di Estadio 4 de Janeiro, ada 17 orang tewas akibat berdesak-desakan masuk ke dalam stadion.
Kerumunan massa itu mencoba masuk ke dalam stadion secara paksa setelah gagal mendapat akses masuk sebelum pertandingan dimulai. Karenanya, mereka ngotot terus mencoba masuk kendati kondisi di dalam stadion yang berkapasitas 12.000 penonton itu sudah penuh.
Setelah pertandingan telah dimulai, mereka pun masih terus mencoba masuk dan itu menyebabkan banyak orang terjatuh dan terinjak-injak hingga menimbulkan korban jiwa. Nahasnya, sebagian besar dari 17 korban tewas adalah anak-anak. Selain itu juga ada 76 orang cedera ringan dan 5 orang yang cedera serius.
"Orang-orang harus saling menginjak untuk bisa berjalan. Ada 76 korban, 17 di antaranya meninggal dunia," tutur direktur rumah sakit umum setempat, Ernesto Luis, seperti dilansir Reuters.
Sementara itu, salah satu korban, Domingos Vika, yang mengalami patah tangan setelah kejadian tersebut, mengungkapkan jika panitia pertandingan memperbolehkan kerumunan massa yang tak mendapat akses itu untuk masuk ke dalam stadion.
"Ketika mereka memberi kesempatan kepada semua orang untuk masuk, kami semua sudah menumpuki pintu masuk," tuturnya.
Selain itu, salah satu korban lain yakni Joao Silva, yang mengalami patah kaki pada laga tersebut, mengungkapkan jika ia terinjak-injak karena ketika sudah hampir berhasil masuk ke stadion, mereka justru dihalangi.
"Ketika kami ingin masuk, kami menemukan penghalang. Barisan pertama rombongan terjatuh... saya berada di barisan ketiga (yang jatuh)," sebut Joao.
Kendati banyak korban tewas, laga antarkedua kesebelasan tetap berlangsung dan dimenangkan Recreativo Do Libolo dengan skor 1-0. Kejadian ini pun membuat dunia sepak bola dinaungi duka mendalam. Selain itu, tragedi ini juga mengingatkan kita akan tragedi Hillsborough di Inggris, 28 tahun silam.
Trending Now