Piawai di Lapangan, Jago di Kelas: Ini Pemilik IPK Tertinggi di Campus League
3 Desember 2025 20:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Piawai di Lapangan, Jago di Kelas: Ini Pemilik IPK Tertinggi di Campus League
Begini cara Ananda Fadillah Akbar menyeimbangkan kegiatan akademik dengan prestasi di olahraga. Ia saat ini memegang IPK tertinggi di futsal putra Campus League.kumparanBOLA

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar mahasiswa dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tinggi? Sebagian mungkin akan berpikir mereka hanya fokus akademik, minim kegiatan di luar, hingga lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar.
Namun, beda halnya dengan Ananda Fadillah Akbar. Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu justru bisa menyeimbangkan semua aspek dengan IPK tingginya.
Mahasiswa yang akrab disapa Abay itu saat ini menjadi pemain futsal putra dengan IPK tertinggi di Campus League Futsal The Nationals. Abay kini memegang IPK 3.93 di kampusnya.
Akan tetapi, dengan raihan IPK itu, Abay masih bisa beraktivitas di luar akademik. Mahasiswa yang kini menginjak semester lima itu bahkan baru saja mengantar tim futsal putra UPI ke putaran nasional Campus League.
Kepada kumparan, Abay bercerita jika memang tak mudah baginya untuk bisa meraih nilai akademik tinggi sekaligus berprestasi di olahraga. Tapi, pria kelahiran Bandung itu punya satu kunci untuk bisa menyeimbangkan kegiatannya yang padat. Abay menggunakan skala prioritas.
Menurut Abay, untuk bisa mempertahankan IPK yang tinggi dirinya tetap memprioritaskan kegiatan akademik. Setelah itu, barulah dirinya fokus ke latihan olahraga.
"Pertama-tama tentunya harus bisa ngatur skala prioritas. Ketika skala prioritasnya itu bisa diatur dengan baik, ya ke depannya juga bakal baik. Nah kalau strategi dari Abay gitu, itu kuliah dulu nomor satu baru latihan gitu. Jadi sebisa mungkin sebelum latihan nih, sempatkan dulu gitu untuk ngerjain tugas kuliah dan juga lain-lain," kata Abay usai berlaga di The Nationals Campus League 2025.
Tak cuma itu, Abay juga selalu mengkomunikasikan seluruh kegiatan di luar akademiknya pada dosen. Itu dilakukannya agar IPK tetap stabil meski banyak event olahraga di luar kampus.
"Nah untuk mau pergi jauh gitu untuk pertandingan kayak gini, sebisa mungkin komunikasiin dulu dengan dosen-dosennya seperti itu. Jadi nilai tetap aman, seperti itu," lanjutnya.
Menyoal karier pasca-kuliah, Abay tak menampik jika semua pemain di Campus League tentu punya mimpi untuk bisa menjadi pemain futsal profesional. Tapi, menurutnya belum tentu semua pemain bisa naik tingkat ke profesional.
Menyiapkan hal itu, Abay tak keberatan jika ke depannya ia tak jadi pemain profesional. Dirinya bahkan sudah menyiapkan jalur karier lain yang masih beririsan dengan olahraga atau futsal.
"Tentunya menjadi atlet nasional impian semua orang gitu, impian semua mahasiswa Campus League di sini. Tapi untuk rezekinya ke depannya bagaimana, ya pasrahin aja ke Allah gitu," kata Abay.
"Tentunya kalau bukan rezekinya jadi pemain, bisa juga sebagai pelatih, bisa juga sebagai analis, seperti itu," pungkasnya.
Adapun Campus League saat ini tengah menggelar seri THE Nationals. Sebanyak 16 tim dari 13 perguruan tinggi mulai menjalani persaingan sengit dalam perebutan gelar juara Campus League Futsal 2025. Sejak hari ini Rabu (3/12) hingga Minggu (7/12), persaingan akan melibatkan 8 tim putra dan 8 tim putri dalam fase The Nationals di FIKK UNJ GOR Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur.
Fase The Nationals mempertemukan para semifinalis Regional Jakarta dan Regional Yogyakarta. Pada fase Nationals ini, penyisihan terbagi ke dua grup di masing-masing kategori. Adapun Yogyakarta menjadi kota yang meloloskan tim terbanyak terbanyak ke fase The Nationals mencapai lima tim โ termasuk Universitas Negeri Yogyakarta yang putra-putrinya mengawinkan gelar juara regional.
