Polling kumparan: 55,18% Pembaca Setuju PSSI Harus Bikin Liga U-23

17 September 2025 18:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polling kumparan: 55,18% Pembaca Setuju PSSI Harus Bikin Liga U-23
Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 10 sampai 17 September 2025. Total ada sebanyak 879 responden yang menjawab polling ini.
kumparanBOLA
Pesepak bola Timnas U-23 Indonesia Hokky Caraka (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas U-23 Korea Selatan Kang Minjun (kiri) dalam kualifikasi Grup J Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/9/2025). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pesepak bola Timnas U-23 Indonesia Hokky Caraka (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas U-23 Korea Selatan Kang Minjun (kiri) dalam kualifikasi Grup J Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/9/2025). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Sebanyak 55,18 persen atau 485 pembaca kumparan setuju PSSI harus bikin liga U-23. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 10-17 September 2025.
Total ada 879 pembaca yang menjawab polling ini. Sedangkan, sebanyak 44,82 persen atau 394 pembaca setuju PSSI harus bikin liga U-23.
Sebelumnya, Timnas U-23 Indonesia dikalahkan 0-1 Korea Selatan dalam laga terakhir Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 di Stadion Delta, Sidoarjo, Selasa (9/9) malam WIB. Dengan hasil ini, 'Garuda Muda' gagal melaju ke putaran final Piala Asia.
Indonesia mengakhiri kualifikasi dengan status runner up Grup J dengan 4 poin dan gagal menjadi salah satu dari 4 runner up terbaik. Sementara, Korsel lolos sebagai juara grup.
Ketum PSSI Erick Thohir (kiri), berbincang dengan Pelatih Kepala Timnas U-23, Gerald Vanenburg dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Kombes Pol, Bapak Sumardji tentang program untuk pembinaan pemain Timnas Indonesia. Foto: Instagram/ @Erickthohir
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pun mengungkapkan wacana terbaru terkait penguatan kompetisi sepak bola di Indonesia, khususnya untuk para pemain muda Indonesia. Erick menyoroti pentingnya pembinaan pemain muda agar dapat bersaing di level internasional.
Salah satu langkah yang tengah digodok adalah mewajibkan tim Liga 2 memainkan pemain berusia di bawah 23 tahun (U-23) sebagai pemain inti. Namun, hal ini belum final karena masih ada sejumlah pertimbangan.
"Kita lihat dari pertandingan tadi, jenjang usia muda Indonesia memang sudah cukup baik di level U-17 dan U-20. Tapi untuk U-21 sampai U-23, masih perlu diperkuat," ujar Erick Thohir seusai laga, Selasa (9/9).
"Ke depannya, misalnya di Liga 2, bukan sekarang, ada rencana agar pemain U-23 menjadi pemain inti di setiap tim," sambungnya.
Aturan ini seakan menjawab keresahan Gerald Vanenburg selaku pelatih Timnas U-23. Sebab sebelumnya, Vanenburg memang telah blak-blakan mengeluh pemain muda Indonesia minim jam terbang. Namun saat ditanya lebih spesifik soal membuat Liga U-23, Erick mengeluhkan itu sulit.
"Enggak, sulit kalau itu. Tapi kan tadi di Liga 2 kita akan dorong pemain U-23 akan punya kesempatan," tandasnya.
Penulis: Muhammad Falah Nafis
Trending Now