PSSI Dituntut Transparan soal Kondisi Keuangan ke Publik

Kabar soal batalnya Timnas U-15 Putri Indonesia berlaga di Piala AFF 2019 merambat ke arah lain. Kondisi kas PSSI kini menjadi isu yang berkembang usai gagal tampilnya skuat 'Garuda Pertiwi Muda'.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal, menyebut kas federasi kosong. Alhasil, Timnas Putri U-15 pun gagal berangkat.
Meski demikian, Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, mempertanyakan ucapan Refrizal tersebut. Ia menegaskan PSSI harus transparan kepada publik soal keuangan mereka.
βKas kosong itu fiktif atau nyata? Bisa saja bicara kosong, tapi sebenarnya ada. Uangnya dipindahkan ke mana? Bicara kas kosong PSSI sebetulnya aib. Mereka bisa menjalankan roda organisasi selama tiga tahun, tapi tiba-tiba kas kosong. Satgas (Antimafia Bola) perlu buka kasus ini. Sepak bola kita butuh transparansi soal keuangan. PSSI itu lembaga publik. Jadi, kalau bicara kas kosong, dibeberkan dengan buktinya,β kata Akmal ketika berbincang dengan kumparanBOLA, Jumat (5/4/2019).
Lebih lanjut, Akmal menuturkan kalau PSSI menyatakan kas kosong tak ubahnya merupakan sebuah kegagalan. Ia secara tegas menyatakan lebih baik pengurus PSSI mundur.
βLebih fair mereka mundur saja. Daripada sekarang mengemis dan minta perhatian publik karena tidak punya uang,β tuturnya.
Akmal begitu terheran-heran mendengar kabar tersebut. Pasalnya, pemasukan dan pengeluaran terpampang dalam setiap Kongres Tahunan.
βTiap Kongres Tahunan pasti kelihatan βkan. Lalu, sekarang bilang tidak ada dana sama sekali. Itu tidak masuk akal. Sudahlah, PSSI jujur saja jangan menutupi laporan keuangan. Atau, memang ada uang yang lari ke pos tidak penting, bisa jadi juga ke pribadi pengurus. Itu harus diselidiki. Toh, sekarang harus jujur kalau nyatanya defisit. Masyarakat Indonesia bisa bergerak minta bantuan. Masyarakat juga paham situasi PSSI. Jangan kemudian tidak jujur, tapi uang di bawah tangan lebih besar,β ujar Akmal.
Akmal tentu tak habis pikir dengan kondisi yang menimpa PSSI. Jangankan soal kas kosong, menurut Akmal, utang PSSI pun masih banyak.
βBayar utang sana-sini. Masih berutang kepada La Nyalla Mattalitti, Ninesport, juara Liga 3 juga belum dibayar,β pungkasnya.
PSSI hingga saat ini diketahui masih menunggak hadiah juara Liga 3 2018, Persik Kediri, sebesar Rp 300 juta. Mereka juga belum menyerahkan hadiah kepada sang runner-up, PSCS Cilacap, sebesar Rp 150 juta.
Sedangkan, utang kepada promotor NineSport sebesar Rp 2,1 miliar dan kepada mantan Ketua Umum PSSI la Nyalla Mattalitti mencapai Rp 13,157 miliar.

