Coach Maya Cerita Pengalaman Jadi Asisten Timo Scheunemann di Timnas Wanita U-16

14 November 2025 15:48 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Coach Maya Cerita Pengalaman Jadi Asisten Timo Scheunemann di Timnas Wanita U-16
Apa sih yang dipelajari Maya Susmita saat menjadi asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia di Piala AFF U-16 dan Kualifikasi Piala Asia U-17?
kumparanBOLANITA
Maya Susmita, asisten pelatih Timnas Wanita U-17. Foto: Dok. Maya Susmita
zoom-in-whitePerbesar
Maya Susmita, asisten pelatih Timnas Wanita U-17. Foto: Dok. Maya Susmita
Buat banyak pelatih muda, kesempatan masuk staf pelatih tim nasional adalah mimpi besar. Bagi Maya Susmita, mimpi itu datang lebih cepat.
Setelah terjun sebagai pelatih sepak bola wanita usia dini di Solo dan dipercaya sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025/26, Maya akhirnya mendapat kesempatan mendampingi Coach Timo Scheunemann langsung di Timnas Wanita Indonesia U-16.
Pengalaman itu membuka banyak hal baru bagi perempuan kelahiran Karawang tersebut. Apalagi, ia ikut terlibat dalam dua agenda penting: Piala AFF Wanita U-16 di Solo dan Kualifikasi Piala Asia Wanita U-17 di Myanmar.
β€œYang jelas anak-anaknya itu sendiri, jadi membangkitkan semangat (buat saya),” ujar Maya mengawali ceritanya kepada kumparanBOLANITA, Sabtu (1/11) lalu.
Di sana, ia memberi semangat bagi para pemain untuk merengkuh segala kesempatan yang mereka miliki. Justru ketika dukungan penonton luar biasa, mereka harus bisa tampil lebih maksimal.
β€œJangan mentang-mentang di rumah, maksudnya di Indonesia, kalian tidak maksimal. Tapi malah justru itu, atmosfernya kalian harus lebih maksimal lagi, biar menunjukkan sama yang penonton juga, anak-anak juga, ternyata kalian tuh menjadi motivasi bagi penonton juga,” tuturnya saat memberi pesan ke pemain Timnas Wanita Indonesia U-16 di Piala AFF, Agustus lalu.
Maya Susmita, asisten pelatih Timnas Wanita U-17. Foto: Dok. Maya Susmita
Saat mendampingi Garuda Muda Pertiwi di Myanmar, Maya belajar satu hal penting: mental pemain tak boleh runtuh hanya karena tersingkir di satu turnamen.
Ya, saat itu, Timnas Wanita Indonesia U-17 gagal ke putaran final usai hanya meraih posisi dua dalam klasemen akhir grup.
β€œJangan patah semangat. Jadi tidak menutup kemungkinan kalian berhenti sampai sini aja, masih banyak jenjang yang bisa kalian coba,” katanya.
Bekerja langsung di bawah Timo Scheunemann juga jadi momen penting dalam proses tumbuhnya Maya sebagai pelatih. Timo, yang dikenal sebagai penggerak pembinaan usia dini, jadi role model yang ia amati dari dekat.
β€œCoach Timo selalu menekankan tentang perkembangan anak-anak gitu loh, pembinaan,” ujar Maya.
β€œKalau menekankan kepada anak-anak tuh tidak boleh terlalu keras. Memang boleh ada saatnya keras, ada boleh saatnya ada permainan, biar anak-anak tidak terlalu cedera,” tutupnya.
Trending Now