Dari BSD ke Utrecht, Perjalanan Claudia Scheunemann Meniti Karier di Eropa
25 November 2025 12:02 WIB
·
waktu baca 4 menit
Dari BSD ke Utrecht, Perjalanan Claudia Scheunemann Meniti Karier di Eropa
Di usianya yang baru 16 tahun, Claudia sudah beranjak dari Young Warrior di Tangerang, ke Hamburg SV, dan kini ke Utrecht Vrouwen. Seperti apa prosesnya? Simak di sini.kumparanBOLANITA

Tiga bulan lalu, tepatnya pada 12 Agustus 2025, Claudia Scheunemann resmi menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama FC Utrecht Vrouwen, klub Divisi 1 Liga Belanda Wanita.
Sebuah hal yang fenomenal buat pesepak bola wanita Indonesia, apalagi mengingat usianya yang baru 16 tahun.
Meski begitu, alih-alih melihatnya sebagai sebuah keajaiban, kita perlu melihatnya sebagai bagian dari perjalanan panjang yang telah Claudia mulai sejak dini. Dari lapangan kecil di Tangerang sampai merantau ke Jerman dan Belanda, fase ini jadi necessary step menuju kebintangan seorang Claudia.
Ya, mimpi menjadi pesepak bola profesional di Eropa yang dulu cuma ada di kepala anak 9 tahun itu, akhirnya terwujud, selangkah demi selangkah.
Dimulai dari Young Warrior FA
Sebelum berkiprah di Negeri Kincir Angin, Claudia lebih dulu berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di kota kelahirannya, Tangerang. Sejak kecil, ia yang terlahir di keluarga atlet memang sudah akrab dengan lapangan dan bola.
Di Young Warrior FA, tempat ia bergabung sejak usia 9 tahun, Claudia hampir selalu tampil bersama tim laki-laki. Ia sering jadi satu-satunya pemain perempuan di turnamen seperti Indonesia Junior League (IJL).
Enam tahun bergabung di Young Warrior FA membuat Claudia mengenal lebih dalam sepak bola. Ia bahkan menjalani pertandingan internasional pertamanya saat masih bergabung dengan SSB tersebut, yakni Piala AFF Wanita U-19 2023 di Palembang.
Hijrah ke Jerman
Akhir 2023 menjadi titik awal dari langkah berikutnya. Claudia lolos trial di Hamburger SV, klub di Jerman, dan memperkuat tim U-17 pada musim 2024/25. Ia berlaga di B-Bundesliga Nord dan menjalani keseharian sebagai atlet-pelajar di sekolah khusus.
Setahun di Hamburg memberi Claudia ritme latihan dan kompetisi yang jauh lebih padat dibandingkan di Indonesia. Semua itu membuatnya lebih siap untuk naik ke level berikutnya: menjadi pesepak bola profesional.
Berakhir di FC Utrecht Vrouwen
Dalam sesi wawancara eksklusif bersama kumparanBOLANITA pada 29 Oktober lalu, Claudia menceritakan bagaimana pintu menuju FC Utrecht akhirnya terbuka. Prosesnya berlangsung cepat, tapi cukup menguras tenaga karena harus membuktikan diri dalam waktu singkat.
“Prosesnya sih cukup panjang ya, mulai dari trial. Clau trial di sekitar April kayaknya, April awal Clau ke Belanda untuk trial seminggu. Di situ Clau latihan setiap hari, dan ada juga main satu friendly match lawan Ado Den Haag,” kata Claudia melalui sambungan Zoom.
Di laga uji coba itu, Claudia mencetak satu gol—yang menjadi pembuka jalan menuju kontrak profesional pertamanya pada Agustus 2025.
“Dan selama satu minggu itu, Clau dilihat sama pelatihnya, latihan terus. Terus selesai trialnya, Clau dapat kabar baik, katanya mereka mau sign Clau. Nah dari situ langsung buat next season mau di-sign langsung sama FC Utrecht,” sambung Claudia.
Mengapa FC Utrecht?
Ketika ditanya alasan memilih FC Utrecht sekaligus menjadikan Belanda sebagai tujuan berikutnya, Claudia mengatakan bahwa Belanda adalah salah satu negara terbaik untuk mengembangkan pemain muda.
“Ya alasannya sih karena di Belanda mereka itu bagus bikin pemain-pemain muda gitu, bibit-bibit muda. Karena dilihat sekarang dari Eredivisie itu banyak banget pemain yang dari situ pindah ke klub besar. Kayak ke Chelsea, ke Barcelona, pokoknya dari Belanda pindah ke liga yang lebih besar lagi di antara England atau nggak Spanyol,” ucap Claudia.
Ia berharap jalur itu juga bisa terbuka untuk dirinya suatu hari nanti. “Dan semoga itu juga bisa terjadi sama Clau nanti ke depannya,” ungkap Claudia.
Adaptasi di FC Utrecht
Meski sudah terbiasa hidup jauh dari rumah, pindah ke klub baru dengan kompetisi yang lebih ketat tetap menjadi tantangan tersendiri buat Claudia. Namun, ia bersyukur semua orang di FC Utrecht membantunya beradaptasi.
“Adaptasinya sih luar biasa ya semua. Pemain, coaches, itu semua pada baik banget dan semuanya bahasa Inggrisnya lancar. Karena kan Clau nggak bisa ngomong bahasa Belanda, ya,” kata Claudia.
“Dan dari segi komunikasi semua sih sampai sekarang lancar ya. Inggris-Inggrisnya semua pada lancar semua orang Belanda,” imbuhnya.
Musim perdana Claudia di FC Utrecht berjalan positif. Ia berhasil menembus daftar susunan pemain (senior) di Liga Belanda kontra Feyenoord pada 7 Oktober dan FC Twente pada 12 Oktober. Claudia juga sempat mencetak dua gol di KNVB Cup pada 18 Oktober lalu.
Target Berikutnya
Dengan kontrak tiga tahun di tangan, Claudia sudah tahu apa yang ingin ia kejar dalam waktu dekat. Pemilik nama lengkap Claudia Alexandra Scheunemann itu ingin mendapatkan menit bermain sebanyak mungkin dan terus berkembang.
“Semoga Clau juga bisa berkontribusi yang baik. Karena Clau udah latihan di Eropa, dan semoga bisa selalu kasih yang terbaik ke Timnas Indonesia,” pungkas Claudia.
