Kronologi Gagal Lolosnya Jawa Tengah di 8 Besar Piala Pertiwi Senior 2025

6 November 2025 15:15 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kronologi Gagal Lolosnya Jawa Tengah di 8 Besar Piala Pertiwi Senior 2025
Manajer Tim Jateng, Daru Tri Laksono, mengaku kecewa dengan keputusan Panitia Disiplin. Ia menilai hal tersebut bukan sepenuhnya kesalahan timnya.
kumparanBOLANITA
Tim Jawa Tengah di Piala Pertiwi 2025 Putaran Nasional. Foto: Dok. Pribadi Daru Tri Laksono
zoom-in-whitePerbesar
Tim Jawa Tengah di Piala Pertiwi 2025 Putaran Nasional. Foto: Dok. Pribadi Daru Tri Laksono
Tim Jawa Tengah (Jateng) harus menelan kekecewaan di Piala Pertiwi Senior 2025 Putaran Nasional. Dari yang semula lolos ke perempat final, mereka gagal melaju karena dinyatakan melanggar regulasi kompetisi.
Kasus ini bermula dari laporan resmi yang dilayangkan Tim Kalimantan Barat (Kalbar) kepada Panitia Disiplin (Pandis), Senin (3/11) lalu. Dalam surat tersebut, Kalbar menilai salah satu pemain Jateng, Rizky Sry Ekawaty, tidak sah untuk tampil karena sebelumnya sudah memperkuat Jawa Timur di putaran regional pada tahun yang sama.
Akibat laporan itu, Pandis menggelar rapat dan memutuskan bahwa Jawa Tengah dinyatakan kalah 0-3 atas Kalimantan Barat dan Jawa Timur dan tim dikenai denda sebesar Rp 10 juta. Putusan ini juga mengubah hasil imbang 1-1 melawan Jawa Timur, dari yang sebelumnya mendapat satu poin, menjadi nol poin.
Hal tersebut otomatis mengubah hasil klasemen akhir Grup A: Jateng yang semula memiliki tujuh poin, turun menjadi tiga poin. Sementara Kalbar, dari tiga poin naik menjadi enam poin dan lolos ke delapan besar.
Kabar ini pun ramai diperbincangkan di jagat maya. Terlebih ketika Ayu Lidya, salah satu pemain Jateng, menulis postingan di X pada Rabu (5/11) yang berisi ungkapan sedih karena timnya harus didiskualifikasi dari turnamen tersebut.
Namun, Manajer Tim Jateng, Daru Tri Laksono, meluruskan bahwa timnya bukan didiskualifikasi. Menurutnya, status yang benar adalah dianggap kalah di dua pertandingan karena pelanggaran regulasi.
“Sebelumnya perlu diluruskan dulu, bahwa tim Jateng ini bukan didiskualifikasi. Cuma karena dianggap melanggar regulasi di pertandingan pertama melawan Kalbar dan pertandingan kedua melawan Jatim karena dianggap memakai pemain yang tidak sah dalam regulasi, maka tim Jateng dianggap kalah 3-0 melawan Kalbar dan Jatim,” ujar Daru melalui pesan suara kepada kumparanBOLANITA, Kamis (6/11).
Sebelum surat keputusan itu keluar, Jateng sebenarnya sedang dalam tren positif. Mereka mengoleksi tujuh poin dari dua kemenangan atas Kalbar dan DKI Jakarta serta satu imbang melawan Jawa Timur (Jatim). Mereka pun dinyatakan lolos ke delapan besar berstatus runner-up.
Namun, setelah dua laga tersebut dinyatakan kalah, poin mereka otomatis berkurang menjadi tiga poin.
“Secara otomatis poin yang harusnya kita mendapatkan tujuh poin jadi berkurang empat (maksudnya tiga, Red) poin. Nah, otomatis jumlah poin kami kalah dari Kalbar. Secara otomatis, Kalbar yang mewakili Grup A sebagai runner-up tim,” kata Daru.
Ia tak menampik timnya merasa kecewa dengan hasil itu. Sebab, menurutnya, kejadian tersebut bukan sepenuhnya kesalahan dari pihak mereka.
“Kami terus terang kecewa dengan hasil tersebut. Karena itu semua bukan murni kesalahan dari tim Jawa Tengah,” tambahnya.
Daru lalu membeberkan kronologi pendaftaran pemain yang menurutnya sempat berubah di tengah jalan. Rizky, kata dia, awalnya sudah didaftarkan lewat sistem pssi.org dengan akun tim Universitas Surakarta (UNSA). Namun, kemudian proses pendaftaran dialihkan via tim admin ASPROV Tim Jawa Tengah berdasarkan permintaan ASPROV Jawa Tengah sendiri.
Karena perubahan itu, sistem tidak lagi mendeteksi bahwa Rizky sebelumnya sempat bermain untuk Jawa Timur.
“Pasti kalau itu nanti melalui sistem register pemain dari tim UNSA, pemain tersebut bisa difilter. Karena kalau menggunakan dari (ASPROV) Jawa Tengah, otomatis dari pemain tersebut tidak terdeteksi pernah bermain di Provinsi Jawa Timur,” terang Daru.
Perubahan sistem registrasi pemain itulah yang membuat pihaknya tidak mengetahui status pemain tersebut.
“Setahu kami, karena regulasi itu sudah disahkan, pemain kami sudah disahkan, bahkan sampai Match Coordination Meeting (MCM) pemain kami sudah dianggap sah, maka kami menganggap pemain kami sudah boleh dimainkan,” jelasnya.
“Tapi ternyata kita dianggap memakai pemain yang tidak sah sehingga ada Pandis tersebut. Kurang lebih kronologinya seperti itu,” tutur Daru.

Pertanyakan Kebijakan Panitia

Daru menjelaskan bahwa pihaknya mempertanyakan alasan protes Kalbar masih diterima meski sudah melewati batas waktu yang ditentukan dalam regulasi.
Menurutnya, protes seharusnya diajukan maksimal dua jam setelah pertandingan, tapi Kalbar baru melapor tiga hari kemudian. Selain soal waktu, ia juga menyoroti inkonsistensi penerapan aturan di antara tim-tim lain.
“Perlu dievaluasi juga sistem pendaftarannya dan dicermati juga dari regulasi yang seharusnya itu protes dari tim Kalbar karena sudah melewati batas waktu yang sudah ditentukan di regulasi,” ungkap Daru.
“Yang membuat kami kecewa lagi, kenapa kok hanya tim Jawa tengah yang bernasib seperti itu. Karena saya dan teman-teman tim pemain tahu pasti provinsi lain juga menggunakan pemain dengan kasus yang sama dengan pemain kami tersebut,” tambahnya.
Daru mengaku heran karena masih ada tim dengan kasus serupa yang tetap bermain di babak delapan besar.
“Karena hanya tim Jawa Tengah yang dikurangi poin. Bahkan masih ada satu tim yang lolos hingga delapan besar pada siang hari ini,” ujarnya.

Ajukan Banding

Daru mengatakan bahwa pihak Jateng sudah menyampaikan banding resmi kepada Panitia Disiplin dan Komdis PSSI. Ia menjelaskan bahwa pemain yang didaftarkan sebenarnya sudah terverifikasi di sistem dan Daftar Susunan Pemain (DSP).
“Kita sudah bersurat juga kepada Pandis, Komdis, bahwa kita menyanggah hal tersebut. Karena apa yang dianggap mereka salah itu bukan muri 100% kesalahan kami,” tegas Daru.
“Kita kan sudah menganggap pemain yang sudah kita daftarkan ini sudah terdaftar dan sah di sistem. Dan juga di DSP juga ada. Kurang sah gimana pemain kalau sudah masuk seperti itu,” imbuhnya.
Terakhir, Daru menyampaikan kondisi tim yang kini tengah beristirahat setelah kejadian tak mengenakkan itu.
“Untuk pemain, terus terang, pemain pasti kecewa. Dengan hasil tersebut, karena mereka juga sudah berusaha semaksimal mungkin, kita yang harusnya lolos jadi tidak lolos. Karena ini juga merupakan capaian yang lebih baik lagi dari tahun kemarin,” kata Daru.
“Dan untuk saat ini, tim juga sudah saya liburkan. Dan mereka kembali ke rumah masing-masing. Dan mungkin untuk ke depan, persiapan lagi untuk event yang lain,” tutupnya.
Trending Now