Pelecehan Suporter Wanita di Laga Persija Berakhir Mediasi, Pelaku Minta Maaf
19 September 2025 12:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Pelecehan Suporter Wanita di Laga Persija Berakhir Mediasi, Pelaku Minta Maaf
Korban mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak, termasuk kumparanBOLANITA yang melakukan pemberitaan sejak awal. #bolanita #bola #bolasports #textkumparanBOLANITA

Kejadian pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta International Stadium pada Minggu (14/9) lalu saat Persija menghadapi Bali United dalam lanjutan Super League (Liga Indonesia) berakhir lewat mediasi.
Menurut Mohamad Prapanca, Presiden Persija Jakarta, korwil (Koordinator Wilayah) the Jakmania menjadi pihak yang melakukan mediasi tersebut. Mereka mempertemukan korban serta terduga pelaku pada Rabu (17/9) malam.
Dalam mediasi kedua belah pihak tersebut, hasilnya pelaku meminta maaf atas tindakannya di tribune utara Stadion JIS. Sedangkan korban sepakat untuk berdamai.
"Telah dilakukan mediasi antara saya dengan terduga pelaku pelecehan, dengan kesimpulan bahwa terduga pelaku telah meminta maaf dan saya sepakat untuk berdamai," tulis RS, korban pelecehan melalui media sosialnya.
"Semoga permasalahan ini menjadi yang terakhir," sambung RS.
kumparanBOLANITA sudah mendapat izin dari RS untuk mengutip pernyataan hasil mediasinya dengan pelaku pelecehan.
RS juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu mengawal kasusnya sejak awal. Salah satunya kepada kumparanBOLANITA yang melakukan pemberitaan atas kejadian tersebut.
"Makasih banyak udah bantu meluangkan waktu untuk up kasusku ini dan alhamdulillah sudah clear. Harapanku semoga gak ada korban lagi, semoga tribune semakin nyaman dan damai untuk wanita maupun anak-anak," tulis RS.
Ini bermula dari keluhan seorang suporter wanita Persija mengalami pelecehan seksual di stadion viral di media sosial.
Korban yang identitasnya disamarkan tersebut mengaku mengalami kejadian tak menyenangkan saat Persija melawan Bali United di lanjutan Super League di Jakarta International Stadium.
"Semalem keos di utara ni orang megang PD (payudara) gue dengan sengaja nyari kesempatan pas gol 1-1. Semalem keos di utara ni orang megang PD (payudara) gue dengan sengaja nyari kesempatan pas gol 1-1," tulis unggahan media sosial itu, beserta foto terduga pelaku.
Setelah ramai, kasus ini mendapat atensi dari Presiden Persija, Mohamad Prapanca. Pihaknya mengutuk keras tindakan sesama suporter Persija tersebut.
"Tentunya Persija mengutuk keras terhadap kejadian adanya pelecehan seksual di stadion sepak bola. Sudah seharusnya sepak bola menjadi hal yang aman dan nyaman bagi semua kalangan," ujar Mohamad Prapanca, Presiden Persija, kepada kumparanBOLANITA, Rabu (17/9).
Diky Budi Ramadhan, Ketua Umum Jakmania juga berempati atas kasus ini. Jakmania juga akan terus mengkampanyekan tribune aman untuk suporter perempuan.
"Tentunya siapa pun pasti terpukul jika berada di situasi tersebut. Yang kami lakukan adalah mitigasi dan terus mengkampanyekan bahwa tidak ada ruang untuk pelecehan fisik, seksual dan lisan di tribune kami," kata Diky kepada kumparanBOLANITA, Rabu (17/9).
