Akademisi: Ceker Ayam Memang Bergizi, tapi Konsumsinya Harus dalam Batas Wajar

21 Oktober 2025 10:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Akademisi: Ceker Ayam Memang Bergizi, tapi Konsumsinya Harus dalam Batas Wajar
Ceker dikenal kaya akan kolagen dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Namun, menurut akademisi, konsumsinya tetap perlu dibatasi.
kumparanFOOD
Ilustrasi ceker ayam Foto: dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ceker ayam Foto: dok.Shutterstock
Cekerayam menjadi salah satu hidangan yang digemari masyarakat Indonesia. Bagian kaki ayam ini sering disajikan sebagai pelengkap makanan atau camilan. Ceker dikenal kaya akan kolagen dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Namun, menurut akademisi, konsumsinya tetap perlu dibatasi.
Mengutip laman UM Surabaya, ahli gizi Tri Kurniawati menjelaskan bahwa ceker ayam mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat, salah satunya protein dengan kadar mencapai 20,10 persen.
Dari kandungan protein tersebut, ceker ayam memiliki kolagen yang cukup melimpah dan menjadi salah satu sumber protein penting bagi tubuh.
β€œKomponen terbesar penyusun ceker ayam adalah kolagen yaitu sebesar 5,64–31,39 persen atau sebesar 28,73–36,83 persen dari total protein,” ujar Tri.
Ilustrasi tes kolesterol. Foto: Shutterstock
Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa ceker ayam mengandung sekitar 29 jenis kolagen yang berbeda. Namun, jenis kolagen yang paling banyak ditemukan adalah kolagen tipe I. Cleveland Clinic melansir, kolagen jenis ini berperan penting dalam menjaga bentuk dan kekuatan kulit, tulang, tendon, serta ligamen tubuh.
Meski kaya kolagen dan bermanfaat bagi kulit dan sendi, Tri juga mengingatkan kalau ceker ayam juga memiliki kandungan kolesterol.
Menurutnya, dalam 100 gram ceker ayam, terdapat sekitar 84 miligram kolesterol atau sekitar 20 persen dari kebutuhan harian orang dewasa. Oleh karena itu, konsumsi ceker ayam sebaiknya tidak berlebihan. Kandungan kolesterol yang cukup tinggi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bila dikonsumsi terlalu sering.
β€œJadi bila konsumsi ceker ayam dalam jumlah banyak atau sering akan menyebabkan peningkatan kolesterol yang bila terjadi secara terus-menerus akan menyebabkan badan mudah lelah bahkan pada akhirnya dapat menyebabkan gagal jantung atau stroke,” ungkapnya.
Ia menambahkan, konsumsi ceker ayam tergolong berlebihan bila dilakukan lebih dari tiga kali seminggu dengan porsi lebih dari satu potong setiap kali makan, terutama jika berlangsung terus-menerus.
Jadi, ceker ayam memang bermanfaat berkat kandungan kolagennya, asalkan tetap dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan agar tidak menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.
Reporter Salsha Okta Fairuz
Trending Now