Alasan Orang Minang Suka Masak Pakai Santan tapi Tak Takut Kolesterol
5 Desember 2025 14:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Alasan Orang Minang Suka Masak Pakai Santan tapi Tak Takut Kolesterol
Bila diperhatikan, kebiasaan orang Minang saat masak adalah sering menggunakan santan sebagai salah satu bahan utama, tapi tak lantas membuat mereka takut kolesterolnya melonjak. kumparanFOOD

Bila diperhatikan, kebiasaan orang Minang saat masak adalah sering menggunakan santan sebagai salah satu bahan utama, tapi tak lantas membuat mereka takut kolesterolnya melonjak. Rupanya ada alasan di balik fakta unik tersebut yang diungkapkan oleh chef asal Kota Padang, Uda Dian Anugrah saat membawakan acara cooking class bertema "Discover True Taste of Minang" di Next Door Kemang beberapa waktu lalu (3/12).
Menurut koki yang akrab disapa Uda Dian itu, santan atau kelapa adalah salah satu bahan masakan yang dapat dengan mudah ditemukan di halaman rumah orang Minang.
"Karena banyak kebaikan dari santan hahaha. Di tempat kita (Padang), santan itu tinggal ngambil, kelapa itu di setiap halaman orang ada," ungkapnya kepada kumparan.
Lebih lanjut, Uda Dian juga mengatakan bahwa sejatinya kolesterol dari santan kelapa baik untuk tubuh. Hanya saja, banyak orang yang lantas kurang mengimbangi dengan aktivitas fisik, sehingga kolesterol menumpuk dalam tubuh dan mengganggu kesehatan.
"Kolesterol itu sebenarnya baik, jujur saja. Tapi di dunia modern orang banyak yang kurang beraktivitas, jarang olahraga, jarang jalan kaki, akhirnya apa yang terjadi? Kolesterol itu numpuk dari makanan dari kurang olahraga, akhirnya jangan salahkan kolesterol dari santan," tuturnya.
Uda Dian juga menambahkan bahwa mulai dari pohon kelapa hingga buahnya punya manfaat yang luar biasa. Jadi, selama kita mengetahui takaran mengonsumsi santan yang baik dan diimbangi dengan aktivitas yang cukup, kolesterol sejatinya tidak akan menjadi bumerang bagi tubuh.
Livestrong melansir, menurut batasan diet standar dunia, seseorang membutuhkan 2.000 kalori, yang mana untuk lemak diperlukan 65 gram per hari. Santan termasuk bahan makanan penyumbang lemak.
Jadi ada baiknya, jika kamu mau mengonsumsi santan, maka pastikan tidak lebih dari sepertiga kebutuhan lemak harianmu. Sepertiga kebutuhan lemak ini bisa bersumber dari 100 gram santan. Dengan begitu, kamu sebaiknya tidak mengonsumsi santan lebih dari 100 gram per hari.
Nah, sementara itu, bagi kamu yang memiliki kondisi khusus, ada baiknya juga konsultasilah terlebih dahulu kepada ahlinya, agar kamu dapat mengetahui pasti jumlah konsumsi santan yang dibutuhkan tubuhmu.
