Benarkah Makan Keju Malam Bisa Picu Mimpi Aneh dan Tidur Gelisah? Ini Kata Ahli
16 September 2025 16:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Benarkah Makan Keju Malam Bisa Picu Mimpi Aneh dan Tidur Gelisah? Ini Kata Ahli
Minum susu hangat sebelum tidur dipercaya bisa membantu tubuh lebih rileks, tidur lebih nyenyak, sekaligus mendukung kesehatan tulang dan otot. Tapi bagaimana dengan produk olahan susu lainnya? kumparanFOOD

Tapi bagaimana dengan produk olahan susu lainnya, misalnya keju? Apakah memberikan efek serupa, atau justru sebaliknya?
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi produk susu di malam hari bisa lebih banyak membawa mudarat dibanding manfaat. Studi yang dilakukan di Dreams and Nightmares Laboratory Universitas Montreal menemukan bahwa makanan tertentu, jika dikonsumsi menjelang tidur, dapat memicu mimpi aneh hingga mimpi buruk.
Tore Nielsen, direktur laboratorium tersebut, menjelaskan ada pola jelas mengenai bagaimana kelompok makanan tertentu berkaitan dengan nuansa mimpi para partisipan.
"Dari para partisipan yang menyatakan makanan memengaruhi mimpi mereka, penyebab utama mimpi mengganggu adalah makanan penutup atau manis (31%), produk susu (22%), dan daging (16%),โ kata Nielsen dikutip dari Fox News Digital, Senin (15/9).
โUntuk mimpi aneh, penyebab utamanya lagi-lagi makanan manis (38%) dan produk susu (27%). Daging jauh di urutan ketiga (8%),โ tambahnya.
Menurut Nielsen, ada tiga faktor utama yang bisa menjelaskan hal ini, yaitu intoleransi laktosa, kebiasaan makan terlalu dekat dengan waktu tidur, dan mengabaikan sinyal tubuh untuk berhenti makan. Ia menyarankan agar orang yang memiliki intoleransi atau alergi tertentu mengatur konsumsi dengan lebih hati-hati, terutama pada malam hari.
Meski begitu, ada perbedaan pandangan di kalangan pakar. Misalnya saja Daryl Gioffre, pakar kesehatan usus asal Florida sekaligus penulis buku Get Off Your Sugar, yang menyebut produk susu termasuk salah satu makanan paling asam yang dikonsumsi manusia.
Menurutnya, produk susu bisa menghasilkan lendir pada saluran pencernaan, sulit dicerna karena tinggi lemak dan protein, serta berisiko menimbulkan perut kembung, gas, hingga refluks asam jika dikonsumsi larut malam.
"Karena tinggi lemak dan protein, produk susu juga lebih lama diurai tubuh. Itulah masalahnya di malam hari, saat tubuh seharusnya dalam mode istirahat dan pemulihan, bukan bekerja lembur untuk mencerna," ujar Daryl.
Namun, Erin Palinski-Wade, ahli gizi asal New Jersey, justru melihat sisi positif dari konsumsi keju. Menurutnya, keju mengandung triptofan, asam amino yang membantu tubuh memproduksi serotonin dan melatonin, dua hormon penting yang berperan dalam mengatur tidur. Selain itu, kalsium dalam keju juga mendukung proses perubahan triptofan menjadi melatonin sekaligus memperkuat sinyal otak yang mengatur siklus tidur.
Meski begitu, Palinski-Wade menekankan bahwa setiap orang bisa bereaksi berbeda terhadap produk susu. "Kuncinya ada pada keseimbangan dan waktu. Intinya, kalau setelah makan keju larut malam Anda malah gelisah, sebaiknya dihindari," beber dia.
Ia menambahkan, bukan berarti keju harus dihapus sepenuhnya dari menu harian. "Cukup konsumsi dalam porsi wajar pada siang atau sore hari agar lebih aman," tambahnya.
