Bijak Pakai Bumbu Masak untuk Harapan Hidup Sehat Masyarakat Indonesia 2030

26 Agustus 2025 13:20 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bijak Pakai Bumbu Masak untuk Harapan Hidup Sehat Masyarakat Indonesia 2030
Penggunaan bumbu masak selayaknya garam, penyedap, kecap, MSG, dan lain sebagainya, bisa menjadi penentu bagi tingkat harapan hidup seseorang.
kumparanFOOD
Ilustrasi bumbu masak untuk makanan sehat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bumbu masak untuk makanan sehat. Foto: Shutterstock
Penggunaan bumbu masak selayaknya garam, penyedap, kecap, MSG, dan lain sebagainya, bisa menjadi penentu bagi tingkat harapan hidup seseorang. Melalui masakan yang diolah dengan baik, dari paduan bahan hingga cita rasanya, mampu membuat hidup seseorang lebih sehat.
Ya, makanan telah menjadi salah satu faktor utama seseorang bisa hidup sehat dan bahagia. Makanan yang dimasak oleh seorang ibu misalnya, bisa menjadi asupan terbaik bagi seorang anak yang sedang tumbuh kembang.
Maka itu, seorang ibu dituntut untuk membuat masakan yang tak hanya enak tapi juga sehat. Menyadari pentingnya peran ibu sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga, sebuah perusahaan bumbu masak mengadakan program GEMBIRA (Gerakan Masak Bergizi Bersama Ajinomoto Health Provider), untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui edukasi gizi keluarga.
Program yang sudah ada sejak tahun 2022 itu, menargetkan ibu-ibu PKK dari berbagai kota besar, dan sudah lebih dari 9.600 ibu-ibu PKK seluruh Indonesia teredukasi melalui inisiasi perusahaan ini.
Saat kumparanFOOD mengikuti salah satu penyelenggaraan acara GEMBIRA beberapa waktu lalu di Jakarta (15/7), program ini mengajak ibu-ibu untuk lebih mengenal cara penyajian makanan bergizi dan bijak dalam menggunakan garam.
Ajinomoto gandeng Nicky Tirta untuk ajak edukasi ibu-ibu PKK Pesanggrahan dalam membuat masakan gizi seimbang dan bijak penggunaan garam, di Jakarta (15/7/2025). Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Acara yang dimeriahkan oleh celebrity chef Nicky Tirta tersebut, juga dimeriahkan dengan demo masak pembuatan nasi goreng selimut menggunakan satu bumbu masakan Masako Light. Tanpa harus menambahkan bumbu lain, paduan bumbu masak ini diklaim 25 persen lebih rendah garam atau natrium. Penggunaan bumbu yang cukup ini mampu diharapkan mampu menjaga kesehatan seseorang, terutama dari hipertensi akibat terlalu banyak menggunakan garam.
β€œKampanye Bijak Garam Ajinomoto ini merupakan salah satu wujud edukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam. Penerapan Bijak Garam dalam aktivitas memasak harian juga sangat mudah, cukup dengan mengurangi sebagian penggunaan garam dan menggantinya dengan menambahkan MSG. Hidup bisa lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa makanan yang tinggi,” ujar Grant Senjaya, Head of Corporate Communications Ajinomoto Indonesia.
MSG Foto: Shutter Stock
Tak hanya sampai di situ, guna mendukung program pemerintah peningkatan harapan hidup sehat masyarakat Indonesia 2030, perusahaan MSG ini juga bekerja sama dengan Indonesia Food Security Review (IFSR), yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional untuk penyelenggaraan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Kerja sama ini dimulai dengan serangkaian edukasi gizi ke sekolah-sekolah.
Program yang menargetkan ke siswa-siswi sekolah, orang tua, hingga pelaku tim dapur SPPG ini diadakan di enam kota; mulai dari Jakarta, Karawang, Surabaya, Mojokerto, Bekasi, dan Sukabumi.
β€œGuna meningkatkan harapan hidup sehat masyarakat Indonesia, kami ingin menjadi mitra edukatif yang selain dapat membuat makanan menjadi lebih lezat tetapi juga mampu meningkatkan literasi gizi, keterampilan memasak, sehingga dapat menciptakan kebiasaan makan lezat dan bergizi di keluarga Indonesia,” tambahnya.

Bukan hanya kesejahteraan hidup sehat masyarakat Indonesia, tapi juga lingkungan sekitar

Penyerahan sampah plastik ke Waste Station Pasar Sememi. Foto: Dok. Ajinomoto
Selain melakukan berbagai inisiasi untuk meningkatkan harapan hidup masyarakat Indonesia, perusahaan bumbu masak yang sudah ada sejak 1969 tersebut juga peduli terhadap lingkungan sekitar.
Perusahaan ini memiliki tujuan global yakni pada tahun 2030 dapat mengurangi dampak lingkungan sebesar 50 persen melalui inisiatif keberlanjutan.
Guna mewujudkan hal tersebut dilakukanlah tiga inisiatif program mulai dari pengolahan dan pengurangan limbah plastik (Plastik 2R, kemasan kertas, pengurangan header, daur ulang dengan Rekosistem, dan lainnya), Net Zero Emission (biomass, solar panel dan REC), hingga Zero Waste (biocycle and air).
Menurut data The World Bank 2021, Indonesia menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik per tahun, dengan 4,9 juta ton di antaranya tidak dikelola dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan, termasuk pelarangan kantong plastik sekali pakai di pasar tradisional, supermarket, dan minimarket sejak Juli 2020.
Sementara, pihak perusahaan yang didukung oleh 3.500 tenaga ahli ini, turut melakukan sejumlah inovasi yang ramah lingkungan. Misalnya dengan meluncurkan MSG dengan kemasan kertas. Inovasi ini mampu mengurangi pengunaan plastik hingga 30 persen dan telah memecahkan rekor MURI sebagai bumbu pertama berkemasan ramah lingkungan.
Ajinomoto mendapat Rekor Muri karena upayanya dalam mengurangi penggunaan plastik melalui kemasan kertas. Foto: Dok. Ajinomoto
Sementara untuk produk Masako dan Sajiku juga mengalami pengurangan plastik masing-masing 8,4 sampai 9,5 persen. Kemasan bumbu ini menggunakan mono-material yang lebih mudah didaur ulang.
Bukan hanya pada kemasan, Ajinomoto juga melakukan aksi pengurangan limbah di Mojokerto, Jawa Timur. Sebab, berdasarkan data SIPSN 2022, Jawa Timur menjadi provinsi penghasil sampah terbesar ke-2 di Indonesia, yakni kurang lebih 5 juta ton per tahun. Mojokerto menghasilkan 82 ton sampah per hari, dengan Kecamatan Magersari sebagai penyumbang terbesar.
Untuk mengurangi limbah di Mojokerto, pihak perusahaan berkolaborasi dengan Rekosistem, sebuah platform daur ulang berbasis teknologi. ios. β€œPlatform ini sangat mudah digunakan bagi masyarakat untuk penyetoran sampah. Tak hanya membuat fasilitas waste station bersama Rekosistem, kami juga terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya,” terang Grant.
Perusahaan ini juga kemudian mengembangkan pabrik dengan prinsip zero waste di Mojokerto dan Kawarang. Ke depannya, Ajinomoto menargetkan untuk mengurangi dampak lingkungan 50 persen pada 2030.
Trending Now