BPJPH Pastikan Nampan MBG Tak Mengandung Minyak Babi: Saya Jamin 1.000 Persen
6 Oktober 2025 18:44 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
BPJPH Pastikan Nampan MBG Tak Mengandung Minyak Babi: Saya Jamin 1.000 Persen
Isu mengenai dugaan penggunaan minyak babi dalam proses produksi food tray atau wadah makan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menyita perhatian publik.kumparanFOOD

Isu mengenai dugaan penggunaan minyak babi dalam proses produksi food tray atau wadah makan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menyita perhatian publik. Dugaan tersebut muncul karena wadah makan yang digunakan dalam program ini diimpor dari China, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kehalalannya.
Untuk memastikan kebenarannya, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, pun langsung melakukan pengecekan ke pabrik pembuat tray tersebut di China.
Dari hasil kunjungan tersebut, terungkap bahwa food tray yang digunakan dalam program MBG tidak mengandung minyak babi, seperti yang sempat ramai diberitakan.
"Ini hasil (kunjungan ke China), saya katakan yang dibilang nampan pakai minyak babi, kalaupun ada itu dipakai buat mereka (di China), yang penting saya jamin yang masuk ke Indonesia enggak ada yang begitu," kata pria yang akrab disapa Babe Haikal, saat ditemui dalam acara Media Gathering dan Perusahaan dengan tema Menuju Wajib Halal Oktober 2026: Memperkuat Ekosistem Halal dengan Tertib Halal yang digelar di Mal Ciputra Cibubur, Senin (6/10).
Babe Haikal juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap food tray tersebut, dan hasilnya menunjukkan tidak ditemukan kandungan minyak babi sama sekali.
"Gak ada nampan mengandung babi. Saya jamin 1.000 persen. Saya udah tes di laboratorium saya. Laboratorium saya itu tertinggi mutunya. Laboratorium kami itu sampai 45 marker. Coba tanya produk yang lain sampai gak 45 marker? Kita sudah cek, gak ada bersih," jelas dia.
Menurut Babe Haikal, penggunaan food tray impor dilakukan karena produksi dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan besar program MBG. Meski begitu, Babe Haikal tetap mendorong agar produk lokal menjadi prioritas utama.
Ke depannya menurut Babe Haikal, nampan untuk MBG juga akan dilengkapi logo halal sebagai bukti jaminan kehalalan produk. Namun, ia menegaskan bahwa food tray yang digunakan saat ini tetap halal, meski belum berlogo halal karena masih dalam proses sertifikasi.
Selain memastikan perlengkapan program MBG memenuhi standar halal, BPJPH juga memprioritaskan sertifikasi halal bagi para kepala dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Proses pelatihan dan sertifikasi ini juga melibatkan berbagai pihak seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan, sebagai upaya meningkatkan mutu pengawasan serta menjamin keamanan pangan dalam setiap tahap pelaksanaan program.
"Prioritas kita itu pertama, semua kepala dapur itu dalam proses pelatihan untuk menjadi penyelia halal. Kenapa dia duluan? Karena menjadi penyelia halal mereka akan lihat daily activity-nya," ujarnya.
