Cegah Kekurangan Zat Besi, Ahli Sarankan Makan Daging Merah Sekitar 130 Gram

16 Oktober 2025 16:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cegah Kekurangan Zat Besi, Ahli Sarankan Makan Daging Merah Sekitar 130 Gram
Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan kelelahan, gangguan konsentrasi (brain fog), kulit pucat, dan komplikasi kehamilan, hingga produktivitas nasional.
kumparanFOOD
Ilustrasi makan steak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan steak. Foto: Shutterstock
Kekurangan zat besi tengah menjadi masalah serius bagi keseimbangan kesehatan tubuh. Kini, banyak ahli kesehatan yang sudah menyarankan mulai dari bayi hingga anak-anak untuk mendapatkan asupan zat besi tambahan guna mencegah masalah pertumbuhan, semisal stunting.
Menurut data World Health Organization (WHO) pada 2023, lebih dari sepertiga perempuan dan anak-anak di dunia masih mengalami anemia. Di Indonesia, kondisi ini juga cukup umum, terutama pada perempuan dan anak usia di bawah 15 tahun, dengan sebagian besar kasus disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi.
Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan kelelahan, gangguan konsentrasi (brain fog), kulit pucat, dan komplikasi kehamilan, hingga produktivitas nasional. Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan juga tantangan bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Umumnya, asupan zat besi bisa kita dapat dengan mengonsumsi makanan seperti daging merah hingga sayuran hijau. Namun, tubuh manusia menyerap zat besi heme dari produk hewani dua hingga tiga kali lebih baik dibandingkan zat besi non-heme dari tumbuhan, menjadikan daging merah sebagai sumber nutrisi yang sangat penting dalam menjaga kadar zat besi yang sehat.
Workshop pentingnya asupan zat besi dari daging merah bersama MLA dan Sport Nutritionist Emilia Achmadi di Jakarta. Foto: MLA
Maka itu, mengutip siaran resmi yang kumparanFOOD terima (15/10), Emilia Achmadi, Sport Nutritionist, menyarankan untuk setidaknya makan daging merah matang dua hari sekali dengan porsi sekitar 130 gram.
β€œDalam pola makan sehat, sangat direkomendasikan untuk konsumsi sekitar 130-gram daging merah matang setiap dua hari sekali, dengan variasi menu seperti steak, tumis, olahan lambat (slow-cooked), atau cincang. Pola ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi tanpa berlebihan, sekaligus menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat modern yang aktif dan dinamis,” jelasnya.
Lebih lanjut, zat besi berperan penting dalam transportasi oksigen melalui hemoglobin dan mioglobin, serta mendukung sistem imun dan pertumbuhan tubuh.
Kebutuhan zat besi meningkat pada masa remaja, kehamilan, dan menyusui karena fase tersebut memerlukan energi dan perkembangan sel yang optimal.
Selain zat besi, daging merah juga menawarkan tambahan nutrisi lain seperti protein berkualitas tinggi, zinc, dan vitamin B kompleks, yang berperan penting dalam mendukung energi dan kesehatan secara menyeluruh.
Sementara itu, guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan zat besi, Christian Haryanto, Chief Representative MLA Indonesia turut menyampaikan, β€œMLA Indonesia ingin turut berperan dalam memberikan edukasi kepada konsumen, khususnya para ibu, mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan zat besi setiap hari. Asupan zat besi yang tercukupi berperan besar dalam menjaga energi, produktivitas, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.”
Workshop pentingnya asupan zat besi dari daging merah bersama MLA dan Sport Nutritionist Emilia Achmadi di Jakarta. Foto: MLA
Sebagai gerakan nyata, perusahaan pemasaran yang bermitra dengan pemerintah Australia ini mengadakan workshop di Silk Thai Jakarta beberapa waktu lalu. Acara ini dihadiri para ibu, komunitas, dan media untuk menyoroti dampak kekurangan zat besi terhadap kesehatan, pendidikan dan produktivitas, sekaligus memperkenalkan daging merah Australia sebagai sumber zat besi heme.
Dalam acara ini para undangan turut diedukasi mengenai mitos umum seputar konsumsi daging merah seperti berbahaya bagi jantung; atau bahwa zat besi dari tumbuhan sudah cukup, padahal faktanya, konsumsi daging merah dalam jumlah yang sesuai justru merupakan bagian dari pola makan sehat dan seimbang.
Melalui WIAW 2025, MLA berharap masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya menjaga kadar zat besi dan memilih sumber nutrisi yang aman dan tepercaya.
Trending Now