Dokter Penyakit Dalam: Terlalu Sering Makan Sate Bisa Picu Radang Usus
13 November 2025 16:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Dokter Penyakit Dalam: Terlalu Sering Makan Sate Bisa Picu Radang Usus
Di balik kelezatannya, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai kalau sate dikonsumsi terlalu sering.kumparanFOOD

Sate jadi salah satu makanan yang paling digemari di Indonesia. Aromanya yang khas dari proses pembakaran di atas arang membuat makanan ini punya cita rasa yang gurih dan lezat. Akan tetapi, di balik kelezatannya, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai kalau sate dikonsumsi terlalu sering.
Dilansir Antara, dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik, dr. Faizal Drissa Hasibun, mengingatkan agar konsumsi sate tidak dilakukan terlalu sering. Menurutnya, makan sate lebih dari dua hingga tiga kali seminggu sudah tergolong berlebihan dan bisa menimbulkan risiko kesehatan.
Faizal menjelaskan, penggunaan arang dalam proses memanggang sate dapat memunculkan zat hasil pembakaran yang bersifat oksidatif. Jika dikonsumsi terlalu sering dan tidak diimbangi dengan asupan serat, maka zat ini dapat menumpuk di usus dan menyebabkan peradangan.
"Kalau memakai arang dan sering (makan sate yang dibakar dengan arang), tidak disertai konsumsi serat yang cukup, dia akan membuat deposit di permukaan usus, membuat radang karena yang dibakar itu akan menimbulkan oksidasi, yang disebut nitrile amine," jelas dr. Faizal.
Selain itu, mengutip Healthline, metode memasak seperti memanggang juga dapat memengaruhi kandungan gizi pada makanan. Proses pemanggangan bisa mengurangi hingga 40 persen vitamin B dan mineral pada daging karena cairan kaya nutrisi akan menetes selama proses tersebut.
Lebih lanjut, Faizal menyebut bahwa makanan atau sate yang tidak melalui proses pembakaran dengan arang cenderung lebih aman untuk dikonsumsi.
βMemang ada risiko kalau yang memakai arang. Kalau yang tidak pakai arang lebih aman,β tambahnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa makan sate bukan berarti dilarang sepenuhnya. Konsumsi sate tetap boleh, asalkan tidak berlebihan, misalnya cukup sekali dalam sebulan dan disertai pola makan seimbang.
Untuk menjaga kesehatan usus, Faizal juga menyarankan agar memperbanyak konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah. Kebiasaan ini juga sebaiknya dibarengi dengan olahraga rutin agar metabolisme tubuh tetap optimal.
Reporter Salsha Okta Fairuz
