Dosen UM Kudus Bikin Yogurt dari Jangklong dan Parijoto untuk Cegah Stunting
3 Desember 2025 13:28 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Dosen UM Kudus Bikin Yogurt dari Jangklong dan Parijoto untuk Cegah Stunting
Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Kudus, Fariza Yulia Kartika Sari, mengembangkan inovasi camilan yogurt menggunakan dua bahan lokal, yaitu umbi jangklong dan buah parijoto.kumparanFOOD

Kekurangan gizi pada anak bisa memicu gangguan pertumbuhan dan perkembangan, atau biasa dikenal sebagai stunting. Menyoroti hal tersebut, dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Kudus, Fariza Yulia Kartika Sari, mengembangkan inovasi camilan yogurt menggunakan dua bahan lokal, yaitu umbi jangklong dan buah parijoto.
Inovasi ini dinilai memiliki potensi menjadi pilihan camilan sehat bagi anak-anak stunting. Jangklong merupakan umbi khas Gunung Muria, Kudus, yang dikenal kaya vitamin B. Sementara itu, parijoto adalah buah khas daerah Kudus juga yang dipercaya memiliki banyak manfaat, termasuk menjaga daya tahan tubuh.
Fariza menyebut kedua bahan ini punya kandungan gizi yang tinggi sehingga yogurt ini berpotensi menjadi camilan alternatif bagi anak stunting.
βUmbi jangklong dan buah parijoto kaya inulin (prebiotik) dan antosianin (antioksidan),β katanya, dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Kudus.
Selain kaya prebiotik dan antioksidan, yogurt berbahan lokal ini juga dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, mendukung perkembangan bakteri baik, serta melindungi tubuh dari efek stres oksidatif.
Tak hanya dari sisi nutrisi, Fariza menambahkan bahwa produk ini juga punya nilai tambah lain. βNilai tambah dari yogurt lokal dari Kudus ini aman bagi mereka yang intoleransi pada laktosa, dan bernilai ekonomi tinggi,β tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa yogurt ini dibuat menggunakan susu segar, gula pasir, tepung jangklong, parijoto, dan starter bakteri asam laktat. Pertama-tama, susu, gula, dan tepung jangklong dicampur dan diaduk hingga merata, lalu dipanaskan pada suhu 90 derajat celsius selama sekitar lima menit untuk memastikan bahan-bahannya steril.
Setelah proses pemanasan, adonan didinginkan hingga suhunya turun ke sekitar 43-45 derajat celsius. Pada suhu inilah starter bakteri asam laktat ditambahkan.
Campuran kemudian disimpan dalam kondisi hangat, sekitar 37-42Β°C, selama 8-10 jam. Selama proses ini, bakteri bekerja memfermentasi adonan hingga tingkat keasamannya mencapai pH 4,6. Sebagai langkah terakhir, ekstrak buah parijoto ditambahkan untuk memberikan rasa dan manfaat tambahan.
βJadi kesimpulannya, yogurt jangklong-parijot adalah produk sinbiotik lokal bergizi, ekonomis, dan sesuai SNI. Produk ini berpotensi menjadi camilan sehat bagi anak stunting,β pungkasnya.
Bagaimana menurut kalian?
