Dukung Inovasi UMK Makanan Bayi dan Anak di Indonesia Lewat Program Future Food
3 Oktober 2025 19:00 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
Dukung Inovasi UMK Makanan Bayi dan Anak di Indonesia Lewat Program Future Food
Tak banyak pilihan makanan lokal di Indonesia yang menyajikan mulai dari pangan hingga camilan yang secara khusus dan aman disajikan untuk bayi, balita, hingga anak-anak.kumparanFOOD

Maka itu, sebuah program bertajuk "Future Food: Nourishing Little Ones" kini hadir menjadi platform pendukung inovasi di industri makanan bayi dan anak, khususnya para UMK. Program ini sendiri digagas pertama kali oleh Accelerice pada tahun 2021.
Tahun ini, tema βNourishing Little Onesβ, program berfokus pada inovasi produk makanan bayi dan anak, dengan tujuan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa lewat pangan bergizi, aman, dan berkelanjutan.
Charlotte Kowara selaku Chief Empowerment Officer Accelerice Indonesia, saat acara talkshow yang berlangsung kemarin (2/10) di Wisma Habibie-Ainun, Jakarta, menerangkan, "Melalui program ini, kami ingin menjadi jembatan antara para foodpreneur dengan pemangku kepentingan industri agar lahir kolaborasi yang nyata dan berdampak.β
Dalam pelaksanaannya, Future Food program berlangsung dalam beberapa tahapan. Diawali dengan proses seleksi ketat melalui tahap interview dan evaluasi fasilitas produksi, para peserta kemudian wajib mengikuti mentoring bootcamp bersama Kalbe Nutritionals dan Accelerice Indonesia. Terdiri atas empat modul utama, para expert dari Kalbe Nutritionals mengupas berbagai hal fundamental dalam produksi makanan bayi dan anak, seperti formulasi dasar makanan bayi dan anak, mengoptimalkan proses produksi hingga distribusi, mengoptimalkan sistem manajemen kualitas secara menyeluruh, hingga peluang market makanan bayi dan anak di e-commerce.
Dari seluruh tahapan yang telah dilewati, kemudian terpilihlah lima UMK makanan bayi dan anak terbaik untuk menampilkan ide dan strategi bisnis mereka di hadapan panel juri dari Kalbe Nutritionals serta audiens industri pada sesi final pitching kemarin.
Kelima UMK makanan tersebut antara lain Foodganic, Lean Lab Indonesia, Gogofield, Bananania, dan Zumami. Dari kelima itu terpilihlan Foodganic sebagai pemenang pertama. UMK ini menghadirkan bumbu sehat berbahan alami tanpa pengawet, hadir sebagai solusi praktis masak modern untuk keluarga.
Usaha yang dimiliki oleh ibu rumah tangga bernama Fatimah Zahra Nadia tersebut, mengeklaim produknya tanpa MSG, sehat dan alami. Diharapkan, produk buatannya itu bisa membantu para ibu menyiapkan makanan untuk anak-anaknya dengan mudah namun tetap bernilai gizi tinggi dan sehat.
Andy Chendra selaku Director of Manufacture & Innovation Development Center Kalbe Nutritionals menyampaikan, βKalbe Nutritionals merasa terhormat dapat bermitra dalam program Future Food: Nourishing Little Ones. Kami sangat mengapresiasi kreativitas dan semangat para foodpreneur yang telah menghadirkan beragam inovasi. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk bersama-sama membangun masa depan nutrisi bayi dan anak yang lebih baik.β
Selain kompetisi pitching, acara juga menghadirkan Panel Talk: The Future of Baby Food yang membahas arah perkembangan industri makanan bayi di Indonesia, serta peluang kolaborasi antara korporasi besar dan para foodpreneur dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Panel Talk diisi dengan menghadirkan pembicara dari Daniel Christianto Director of Family Milk & Healthy Lifestyle Nutrition Kalbe, Ita Puspita Megawati Senior Category Director for Multicategory FMCG Tokopedia and TikTok Shop, serta Putri Habibie sebagai content creator dan duta Wisma Habibie & Ainun.
Sebagai content creator yang kerap membagikan resep masakan, Putri Habibie juga memberikan tips membuat konten yang menarik di media sosial untuk para pemilik UMK. Menurutnya, konten yang murni, autentik dan memiliki cerita yang tulus adalah kunci kesuksesan berkonten di media sosial.
"Storytelling di media sosial menurutku sekarang, sih seru banget. Jadi staying true to the original story, tuh menjadi sangat seksi. Sekarang sesimpel (menceritakan) 'saya membuat usaha ini awalnya bersama istri saya di rumah' itu, tuh menjadi story yang seksi dibanding sesuatu yang mewah," terangnya.
Kemudian, Putri juga mengungkapkan bahwa personal branding juga menjadi kunci kuat yang dapat dimunculkan dalam konten. "Misalnya bapak-ibu punya karyawan namanya Pak Karno yang dimunculkan sebagai personal branding dan bisa diturunkan menjadi produk ini sangat mudah. Once suatu hari mau bikin produk 'Sambal Pak Karno' sudah ada fan based-nya sendiri," tambahnya.
"Anyway, buat para UMKM, viewers itu senang sekali kalau bisa mengenal the faces behind your brand, aku sangat menyarankan sebagai pemilik bisnis itu juga mempunyai personal branding dan muncul di depan. Itu salah satu keunggulan UMKM dibanding perusahaan besar, kalau UMKM bisa masih menunjukkan 'saya yang bikin'," ujar Putri.
Dengan hadirnya Future Food, diharapkan program ini bisa turut membangun ekosistem inovasi pangan di Indonesia, sekaligus mendukung visi mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
βKami percaya, inovasi yang lahir dari program ini tidak hanya akan memperkaya pilihan produk makanan bayi di pasar, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat luas dengan menghadirkan solusi nutrisi yang sehat, aman, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan,β tutup Charlotte Kowara.
