Ini Alasan Kenapa Cokelat Tidak Boleh Disimpan di Kulkas, Bisa Merusak Kualitas

17 November 2025 16:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ini Alasan Kenapa Cokelat Tidak Boleh Disimpan di Kulkas, Bisa Merusak Kualitas
Ketika cokelat sisa, banyak orang memilih menyimpannya di kulkas supaya lebih awet dan tidak cepat meleleh.
kumparanFOOD
Chef Herald Datung Banua Dalope. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Chef Herald Datung Banua Dalope. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Cokelat jadi salah satu camilan favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan bikin mood naik. Tak hanya itu, cokelat juga sering diolah menjadi berbagai makanan menarik. Meski begitu, ketika cokelat sisa, banyak orang memilih menyimpannya di kulkas supaya lebih awet dan tidak cepat meleleh.
Namun, ternyata, kebiasaan ini dinilai kurang tepat. Chef Herald Datung Banua Dalope, Technical Chef dari Parrot, mengatakan bahwa menyimpan cokelat di kulkas justru bisa merusak kualitasnya.
β€œUntuk cokelat setelah digunakan usahakan jangan simpan di kulkas. Kalau simpan di kulkas itu bikin cokelat cepat rusak, embun atau uap dari kulkas itu akan bikin humidity cokelatnya semakin susah untuk dicairkan,” jelas Chef Herald, saat ditemui di sela acara SIAL Interfood 2025, Kamis (13/11).
Lebih lanjut, Chef Herald menjelaskan bahwa cokelat mengandung lemak, baik lemak alami seperti cocoa butter maupun lemak nabati tambahan. Ketika berada di lingkungan yang lembap seperti kulkas, bisa mengubah struktur lemak ini sehingga memengaruhi kualitas cokelat.
Ilustrasi cokelat berbintik. Foto: Shutterstock
β€œDi kulkas itu kan humidity airnya cukup tinggi, dan bikin cokelat mudah rusak. Musuh dari fat itu adalah air, partikel bisa merusak cokelat, sehingga cokelat jadi tidak mudah untuk meleleh,” tambahnya.
Dengan begitu, ia pun menyarankan agar cokelat disimpan di suhu ruangan. Lebih lanjut menurutnya yang terpenting, kemasannya ditutup rapat dan disimpan di tempat yang bersih serta tidak panas.
β€œDisimpan di suhu biasa, tapi dilipat dengan baik. Jadi kemasannya diusahakan ditutup dengan rapat. (Bisa) pakai plastik biasa, yang penting tidak kena panas,” kata Chef Herald.
Terkadang, cokelat yang kita simpan juga dapat muncul bintik-bintik putih di permukaannya. Banyak yang mengira itu jamur, padahal kata Chef Herald kondisi tersebut hanyalah fat bloom, yaitu ketika kandungan lemak naik ke permukaan karena perubahan suhu.
β€œOrang kita selalu bilang itu kayak jamuran, tapi bukan. Aman (dikonsumsi), selama itu sifatnya (karena) fat, dia aman,” pungkasnya.
Jadi, lain kali kalau ada sisa cokelat di rumah dan ingin kualitasnya tetap bagus, cukup simpan di suhu ruang dengan kemasan yang rapat. Dengan cara itu, cokelat tetap mulus, gampang diolah, dan tetap enak dinikmati.
Reporter Salsha Okta Fairuz
Trending Now