JoyCym Candy, Permen Sehat Buatan Mahasiswa UIR untuk Bantu Terapi Wicara Anak
4 Oktober 2025 11:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
JoyCym Candy, Permen Sehat Buatan Mahasiswa UIR untuk Bantu Terapi Wicara Anak
Mereka berhasil menciptakan permen sehat bernama JoyCym Candy yang dibuat dari ekstrak serai dan diformulasikan khusus untuk mendukung terapi wicara pada anak.kumparanFOOD

Permen dikenal sebagai camilan manis yang digemari banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Rasanya yang manis membuat permen sering menjadi pilihan di berbagai suasana. Namun, di balik kenikmatannya, permen sering dianggap sebagai makanan tidak sehat karena tinggi gula dan minim nutrisi.
Namun, di tangan keempat mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), permen bisa jadi sesuatu yang menyehatkan. Mereka berhasil menciptakan permen sehat bernama JoyCym Candy yang dibuat dari ekstrak serai dan diformulasikan khusus untuk mendukung terapi wicara pada anak.
Mereka adalah Diva Herianti, Cahyadi Tri Artika, Anisah Nurul Fadhilah dari Program Studi Psikologi, serta Aprilia Anis Salsabila dari Program Studi Agribisnis.
Permen ini berbentuk jelly dengan varian rasa apel dan jeruk. Tanpa pemanis buatan, JoyCym Candy memanfaatkan efek relaksasi dari serai yang bisa membantu melatih kemampuan mengunyah sebagai bagian dari terapi wicara. Dalam satu kemasan, permen ini berisi 30 butir permen jelly yang siap konsumsi.
Ide ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap tingginya kasus keterlambatan bicara atau speech delay pada anak. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 5-8% anak di Indonesia mengalami kondisi tersebut.
โKami ingin menghadirkan solusi terapi yang lebih menyenangkan bagi anak dan tentunya terjangkau. Permen menjadi makanan yang dekat dengan anak sehingga anak bisa melatih saraf motorik oral secara alami melalui permen jelly yang kami ciptakan," kata Diva dikutip dari laman Universitas Islam Riau, Jumat (3/10).
Menurut Diva, inovasi JoyCym Candy sendiri mendapat dukungan dari dosen pendamping, Prima Wahyu Titisari. Berkat bimbingannya, tim ini berhasil menggabungkan ilmu psikologi dan agribisnis untuk menghasilkan produk yang bermanfaat. Bahkan, karya mereka juga sukses memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada tahun 2025.
Ke depan, tim JoyCym Candy berkomitmen untuk mengembangkan produk ini lebih jauh, termasuk mengurus sertifikasi halal di BPOM agar bisa dipasarkan secara luas.
Mere berharap, keberhasilan ini tak hanya memberi manfaat bagi anak-anak dengan keterlambatan bicara, tetapi juga bisa menginspirasi mahasiswa lain di UIR untuk terus berinovasi dan menciptakan karya yang berdampak positif bagi masyarakat.
