Kenapa Kuliner di Blok M Semakin Menarik dan Selalu Viral?
25 Juli 2025 10:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Kenapa Kuliner di Blok M Semakin Menarik dan Selalu Viral?
Di tengah terpaan media sosial yang kian masif, tampaknya Blok M sukses memanfaatkan momentum ini, membuatnya menjadi kata kunci pencarian teramai bagi pencinta kuliner di Jakarta.kumparanFOOD

Di tengah terpaan media sosial yang kian masif, tampaknya Blok M sukses memanfaatkan momentum ini, membuatnya menjadi kata kunci pencarian teramai bagi pencinta kuliner di Jakarta. Bukan hanya di Jakarta, bahkan, daya tarik Blok M sukses membawa masyarakat di sekitaran Jakarta hingga luar kota, rela menempuh jarak yang jauh untuk sekadar mencicipi makanan yang ramai di kawasan ini.
Kevindra Soemantri sebagai pengamat dan penulis buku kuliner, mengupas habis daya tarik Blok M bersama rekan-rekannya di Feastin dalam sebuah acara peluncuran "Food Guide Blok M dan sekitarnya", pada Kamis (24/7).
Dalam pembuatan food guide ini, Kevindra melihat banyak alasan kenapa Blok M bisa begitu hidup sebagai distrik kuliner di Jakarta.
"Kita melihat Jakarta secara tata kota bisa dipetakan menjadi berbagai macam distrik kreatif, kuliner, dan kawasan-kawasan unik lainnya, sama seperti di negara-negara lain. Akhirnya kami melihat bahwa ini harus disuarakan, Jakarta sebagai destinasi makan-makan dan distrik," jelasnya saat acara konferensi pers di sebuah kafe di Blok M bernama Maiku.
Sementara itu, sebagai pelaku bisnis kuliner di kawasan Blok M, Gary Evano dari PUYO Group, turut mengisahkan bagaimana Blok M bisa begitu berkembang.
"Kita buka pertama kali HAKA dimsum di Blok M itu saat di tengah pandemi. Saat itu kondisi sangat sepi. Dan, yang menjadi game changing pertama bagi Blok M adalah MRT. Game changer kedua adalah Taman Literasi. Taman ini mengundang traffic tinggi dan mengubah customer behavior di Blok M. Yang tadinya mungkin dateng ke Blok M cuma mau ke suatu tempat yang spesifik, habis selesai makan sudah, sekarang Blok M menjadi tempat orang buat hangout seharian, dari makan siang sampai malam," terang Gary.
Gary juga beranggapan bahwa, konektivitas Blok M menjadi salah satu yang paling bagus se-Indonesia. Dengan hadirnya terminal bus sejak lama dan MRT, membuat Blok M kian hidup dan menarik.
"Konektivitas Blok M dari dulu termasuk yang paling bagus, terminal bus, sekarang ditambah MRT, membuat Blok M jadi sangat menarik untuk semua orang bahkan greater Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, Bogor menjadikan Blok M sebagai melting pot dan itu juga yang membuat pelanggan Blok M menjadi sangat diverse," tambahnya.
Blok M Menjadi Penopang bagi Kawasan Sekitarnya
Rupanya, bak "kecipratan", kawasan sekitaran Blok M turut mendapat perhatian dari masyarakat yang datang. Misalnya saja, Panglima Polim. Kawasan ini yang dulunya residensial, kini menjadi komersil.
Hal ini turut diungkapkan oleh Lucky, pemilik coffee shop bernama Brookland Coffee yang berada di distrik Panglima Polim.
"Blok M juga menjadi penopang bagi sekitarnya, seperti salah satunya Panglima Polim yang dulunya kebanyakan residensial, mulai 2019 jadi banyak tempat yang komersil," kisahnya.
Menurut pengamatannya, pelanggan Blok M yang kebanyakan memiliki sifat "FOMO" juga menjadi keunikan tersendiri. "Customer Blok M mereka kebanyakan yang FOMO, mereka nyobain, dan sudah enggak balik lagi. Curiosity mereka tinggi banget, sementara di Brookln sudah daily customer yang sudah punya timeline tersendiri," ungkapnya.
Untuk menjaga kawasan Blok M yang kiat padat dan viral, Kevindra sendiri menyarankan bahwa perlu ada yang menjaga komunitas di distrik ini. Semisal para komunitas pencinta kuliner Blok M.
"Komunitas Blok M itu kuat, sehingga bisnis kuliner di Blok M sendiri bisa hidup dengan karakternya masing-masing. Inilah keunikan Blok M dibandingkan distrik-distrik lain seperti Glodok yang sangat mengakar, dan Menteng yang nostalgic," pungkasnya.
