Kontroversi Vlogger India yang Ingin Hapus Kata Kari dari Daftar Nama Masakan

18 Agustus 2021 18:10 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kontroversi Vlogger India yang Ingin Hapus Kata Kari dari Daftar Nama Masakan
Seorang vlogger asal India, Chaheti Bansal melakukan "cancel culture" pada penggunaan kata kari. Bansal tak menyetujui penggunaan kata kari untuk dijadikan nama hidangan. Kenapa begitu?
kumparanFOOD
Ilustrasi Makanan India Foto: Dok. Pullman Jakarta Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makanan India Foto: Dok. Pullman Jakarta Indonesia
Apa yang kamu ingat tentang India? Ya, mungkin kuliner khas Negara Bollywood itu salah satunya. Terutama sajian kari yang menjadi makanan ikonik di sana.
Selama ini, kita tahu kalau ada banyak ragam kari di sejumlah negara Asia. Ya, memang benua Asia bisa dikatakan menjadi pusat sajian kari. Bahkan berbeda negara, berbeda pula sajian kari yang dihidangkan. Seperti kari India dengan campuran rempah yang unik dan aroma begitu kuat.
Berbicara soal sejarah kari India, belakangan ini, makanan khas itu sedang menjadi sebuah perdebatan kontroversi di media sosial. Hal ini bermula dari aksi seorang vlogger asal India, Chaheti Bansal yang merencanakan "cancel culture" pada penggunaan kata kari.
Mengutip New York Post, Bansal diketahui tak menyetujui penggunaan kata kari untuk dijadikan nama hidangan. Ia menyampaikan seruannya ini dalam akun Instagram pribadinya @rootedinspice. Perempuan yang kerap membuat konten masak-memasak itu menganggap kari tidak memiliki arti khusus di India.
Baginya, kari tidak bisa digolongkan menjadi satu jenis makanan saja. Di India, kari merupakan kata-kata yang asing bagi warganya. Ia percaya, kalau bangsa kolonial Inggris yang menyebarluaskan penggunaan kata “kari” ini.
“Saya rasa penting untuk menghapus kata kari ini. Hal tersebut penting untuk diketahui. Mungkin tidak semua budaya memiliki persepsi yang sama dengan saya, namun orang-orang India tidak mengerti apa arti kata kari tersebut,” jelas Bansal.
Dia juga menjelaskan, orang Inggris tak ingin belajar lebih dalam lagi untuk mengerti bahwa kari tidak bisa dipakai untuk menggeneralisasi semua hidangan di India. “Istilah kari dipopulerkan oleh orang-orang barat. Mereka tidak ingin mempelajari lebih dalam perihal nama asli dari makanan tradisional kami,” lanjutnya.
Kari India Foto: Pixabay
Meninjau sejarahnya, frasa kari diketahui populer sejak zaman kolonialisme atau penjajahan Inggris. Disebutkan juga, bila penggunaan kata tersebut awalnya muncul lantaran pasukan Inggris yang salah melafalkan sebuah kata.
“Frasa kari tidak ada dalam kosakata bahasa Asia Selatan. Menurut saya, kari merupakan salah satu bentuk kata yang mempunyai arti mirip dengan ‘telinga buruk’ bagi orang-orang Inggris,” kata Profesor Ilyse Fuerst, dari Universitas Vermont, dikutip dari NBC News.
Meski begitu, Bansal mengatakan bila ia tak serta-merta menghapus penggunaan kata kari itu seutuhnya. Ia bisa menerima kalau memang ada beberapa kuliner Asia Selatan yang bisa disebut sebagai kari.
Kendati, ia juga berharap kalau seharusnya orang-orang tidak menyeragamkan sajian kari pada semua hidangan. “Kari seharusnya bukan menjadi satu jenis makanan saja. Ini terjadi karena orang asing menilai kari sebagai ikon dari kuliner Asia Selatan,” tutup Bansal.
Sayangnya, niat Bansal yang ingin mengedukasi banyak orang tentang apa itu kari sesungguhnya justru dinilai memicu permasalahan rasisme. Hal ini pun kian menjadi kontroversi dan membuatnya terseret pada kasus yang simpang siur.
Namun, mengutip The Indian Express, Jagadish Purushotama eksekutif chef APCA (Academy of Pastry and Culinary Arts) menilai bahwa penggunaan istilah "kari" untuk semua masakan India, tidaklah rasis, itu lebih berkaitan dengan kurangnya informasi tentang berbagai masakan India. “Kari sangat umum dan sekarang telah menjadi ungkapan standar,” tambahnya.
Manjit Gill, presiden, Federasi Asosiasi Kuliner India mengatakan, “Pada abad ke-14, sebuah buku ditulis berjudul The Forme of Cury, di mana arti kata itu (kari) adalah sebuah 'seni memasak'.”
Tak hanya itu, chef Niklesh Sharma, pendiri APCA juga memberikan pendapatnya bahwa kata “kari” biasa digunakan untuk menggambarkan hidangan berkuah cair asal India.
Hmm, rumit juga, ya permasalahan soal kuliner tradisional satu ini, kalau menurut kamu sendiri bagaimana?
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
Trending Now