Mahasiswa UB Bikin Camilan Sehat dari Apel Malang dan Tepung Kulit Pisang Raja
21 Oktober 2025 16:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Mahasiswa UB Bikin Camilan Sehat dari Apel Malang dan Tepung Kulit Pisang Raja
Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan camilan sehat inovatif berbahan apel Malang dan tepung kulit pisang raja.kumparanFOOD

Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan camilan sehat inovatif berbahan apel Malang dan tepung kulit pisang raja.
Dilansir laman Prasetya UB, tim mahasiswa pengusung PKM-K UB yang terdiri dari Dewi Manggar Puspasari, Kathleen Lauren Wahyudo, Tri Ulfa Maryana, dan Johan Felix Djoeari ini mengembangkan camilan bernama rise bar yang cocok sebagai pilihan sarapan sehat.
Menurut Dewi, produk ini dibuat sebagai alternatif sarapan praktis rendah gula. Ide tersebut terinspirasi dari kebiasaan mahasiswa yang kerap melewatkan sarapan serta meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko diabetes di tengah gaya hidup serba cepat.
Inovasi ini juga menjadi menarik, terlebih dengan pemanfaatan apel Malang yang merupakan produk pangan lokal sekaligus kulit pisang yang kerap menjadi limbah sehingga menunjukkan potensi besar bahan pangan lokal dan limbah untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi.
βKami ingin menghadirkan pilihan sarapan sehat yang rendah gula, praktis dibawa, dan tetap enak. Selain itu, kami menggunakan bahan lokal agar bisa membantu petani sekaligus mengurangi limbah kulit pisang,β ungkapnya.
Bahan-bahan ini juga dipilih karena kandungan gizinya, dengan tepung kulit pisang raja yang tinggi serat dan apel Malang yang kaya antioksidan. Kombinasi tersebut membuat camilan ini rendah gula, lebih mengenyangkan, dan pas untuk sarapan.
Pembimbing tim pengusung PKM-K tersebut, Prof. Tri Dewanti, menambahkan bahwa kandungan serat dari kulit pisang raja juga dapat membantu mencegah lonjakan gula darah setelah dikonsumsi.
βFormulasi berbasis serat dari kulit pisang raja berpotensi menekan lonjakan glukosa pasca konsumsi. Namun, ke depan penting dilakukan uji mutu, uji nutrisi, dan uji penerimaan konsumen agar produk ini tidak hanya sehat tetapi juga siap bersaing di pasar dengan standar keamanan pangan yang terjamin,β ujar Tri.
Produk rise bar yang berbentuk batangan ini diusung dengan harga terjangkau, yakni Rp 9 ribu per buah berukuran 35 gram. Melalui inovasi ini, tim mahasiswa tersebut berharap dapat mendorong gaya hidup sehat sekaligus mendukung pengembangan pangan lokal yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Reporter Salsha Okta Fairuz
