Mahasiswa UB Bikin Inovasi Jamu Fermentasi untuk Kurangi Nyeri Haid
26 Oktober 2025 12:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Mahasiswa UB Bikin Inovasi Jamu Fermentasi untuk Kurangi Nyeri Haid
Nyeri haid (dismenore) jadi salah satu kondisi yang sering dialami perempuan saat menstruasi. Berangkat dari itu, mahasiswa UB membuat inovasi jamu fermentasi.kumparanFOOD

Nyerihaid(dismenore) jadi salah satu kondisi yang sering dialami perempuan saat menstruasi. Gejalanya bisa berupa kram di perut bagian bawah yang kadang cukup mengganggu aktivitas. Berangkat dari masalah tersebut, tim mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat inovasi jamu fermentasi yang diyakini bisa membantu meredakan nyeri haid.
Inovasi bernama Vast ini dibuat oleh empat mahasiswa, yaitu Serafine Joshlyn Lesmana dan Revi Ramadhani Julianto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Muhammad Fajar Akbar Nugeraha dan Wiliani Wijaya dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).
Dilansir laman Prasetya UB, mereka menjelaskan bahwa ide ini berawal dari banyaknya perempuan, terutama Gen Z, yang masih sering mengalami nyeri haid dan mencari solusi praktis berbahan alami.
βVast merupakan produk yang ditujukan untuk kaum wanita, khususnya gen Z yang sering mengalami dismenore atau nyeri haid. Kami melihat adanya peluang besar bagi produk kami karena prevalensi dismenore yang masih cukup tinggi, serta tren saat ini karena masyarakat lebih menyukai produk yang sifatnya alami,β ujar ketua tim, Fajar.
Produk Vast hadir dalam bentuk minuman serbuk jamu hasil fermentasi dengan water kefir, yang diketahui mengandung probiotik cukup kuat. Mengutip Healthline,water kefir dapat bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
Melalui proses fermentasi tersebut, Vast menghadirkan cita rasa segar khas jamu sekaligus menawarkan manfaat meredakan nyeri haid berkat kandungan zat analgesik alami dari bahan herbalnya.
Menariknya, produk ini juga dikemas dalam bentuk saset, sehingga mudah dibawa dan disajikan kapan pun dibutuhkan.
Anggota tim juga menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan merupakan hasil dari industri lokal, sehingga tak hanya mendukung ekonomi UMKM, tapi juga membuat harga jualnya lebih terjangkau, yakni sekitar Rp 3.200 per saset.
Kini, inovasi minuman herbal tersebut telah berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Tak berhenti sampai di situ, tim Vast juga menaruh harapan besar terhadap masa depan produk mereka.
βKami sangat berharap bahwa inovasi produk kami dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berkreasi. Perjalanan Vast masih cukup panjang dan kami yakin perjalanan Vast tidak berhenti sampai tahap pendanaan PKM saja, melainkan hingga ke PIMNAS dan menjadi suatu kewirausahaan yang berkelanjutan,β pungkas anggota tim.
