Makna Filosofis di Balik Kata 'Itadakimasu' Bagi Masyarakat Jepang
26 September 2025 18:00 WIB
·
waktu baca 5 menit
Makna Filosofis di Balik Kata 'Itadakimasu' Bagi Masyarakat Jepang
Bagi warga Jepang, proses makan mendapat tempat yang khusus sehingga layak dirayakan di setiap momennya.kumparanFOOD

Bagi warga Jepang, proses makan mendapat tempat yang khusus sehingga layak dirayakan di setiap momennya. Melalui proses makan, manusia diajak untuk kembali merenungkan makna kehidupan yang tersaji di setiap sendoknya.
Sehingga, kata 'Itadakimasu' yang berarti 'selamat makan', memiliki makna filosofis yang mendalam bagi orang Jepang. Karena, dalam prosesi makan, manusia menerima banyak nutrisi dari makhluk hidup yang 'menyerahkan' kehidupannya demi keberlangsungan kehidupan.
Makna filosofis ini lah yang dihadirkan di paviliun Earth Mart di Osaka Expo 2025. kumparan bersama sejumlah jurnalis dari China dan ASEAN pada 23 September 2025, berkesempatan untuk masuk dan teredukasi dengan pengetahuan mengenai banyaknya kehidupan yang tersaji di setiap piringnya.
Instalasi Earth Mart di Osaka Expo 2025 ini merupakan bagian dari pameran yang fokus pada solusi berkelanjutan untuk masa depan. Mengusung tema 'Mendesain Masyarakat Masa Depan untuk Kehidupan Kita', pameran ini berlangsung dari awal hingga akhir Osaka Expo 2025 pada 13 Oktober mendatang.
Dari interior luar, paviliun Earth Mart terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan, seperti atap jerami, yang merupakan simbol tradisi yang pernah terjadi dalam kehidupan Satoyama (pedesaan).
"Atap jerami ini melambangkan kemakmuran dan kemeriahannya, layaknya sebuah pasar. Setelah Expo berakhir, kami berencana untuk menghidupkan kembali atap-atap jerami tersebut melalui program daur ulang," demikian penjelasan Earth Mart Pavilion.
Di pintu masuk tergantung tirai bertuliskan 'Itadakimasu', menjadi sambutan hangat terhadap budaya kuliner Jepang. Ucapan ini diucapkan sebelum makan untuk mengungkapkan rasa syukur atas makanan yang akan disantap.
Di paviliun Earth Mart ini, Jepang mengeksplorasi potensi budaya kuliner mereka yang telah dipupuk selama berabad-abad, sekaligus untuk mencari jalan alternatif mengatasi masalah lingkungan dan kelaparan, serta berbagi evolusi pangan melalui inovasi teknologi.
Begitu masuk, kita disambut dengan ratusan bahan makanan alami yang didapat dari tumbuhan. Ada instalasi lampu gantung telur raksasa yang sangat menarik perhatian pengunjung. Lampu gantung ini menggambarkan jumlah rata-rata telur yang dimakan orang Jepang seumur hidup—sekitar 28.000, jumlah terbesar kedua di dunia setelah China, yaitu 29.454.
Fitur lain yang tak terlupakan adalah timbangan digital interaktif yang memungkinkan pengunjung untuk "menimbang" berbagai benda. Menariknya, alih-alih menampilkan berat dalam gram, timbangan ini mengungkap kisah kerja manusia dan alam di balik setiap benda melalui animasi. Alih-alih berat makanan, timbangan ini justru menunjukkan berat kehidupan.
Paviliun ini juga memajang foto-foto belanjaan berbagai keluarga dari seluruh dunia, memvisualisasikan kondisi terkini aktivitas manusia tertua dan paling mendasar—makan— melalui sudut pandang keluarga dan globalisme. Hal ini akan membuat pengunjung berhenti sejenak dan merenungkan tentang buruknya perilaku food waste bagi keberlangsungan hidup.
Ada satu troli raksasa yang memvisualisasikan jumlah konsumsi makanan bagi satu individu sepanjang tahun.
Beralih ke ruangan berikutnya, Anda akan menemukan solusi untuk mengamankan masa depan pangan planet ini, seperti inovasi dalam pertanian berkelanjutan dan teknologi pangan.
Ezaki Glico sebagai silver partner untuk paviliun Earth Mart di Osaka Expo 2025, tengah mengembangkan permen yang terbuat dari beras (rice soft candy). Sesuai dengan tagline Glico yang ingin menciptakan makanan yang tak hanya enak namun bernutrisi, permen beras yang lembut ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik untuk generasi di masa depan.
Dari tujuan ini, muncullah ide untuk mengembangkan permen varian baru berkolaborasi dengan Earth Mart. Konsepnya adalah, 'Makanan manis yang mengajak kita untuk merenungkan masa depan makanan melalui makan'.
Produk ini dibuat menggunakan bahan-bahan yang berasal dari beras—sirop beras, tepung beras, protein beras dan minyak dedak padi—serta gula. Berbekal keahlian dan teknologi manufaktur yang telah dikembangkan sejak didirikan, Glico dengan cermat memilih bahan-bahan untuk menghasilkan cita rasa beras yang sesungguhnya.
Tanpa bahan atau aditif yang berasal dari susu, permen ini berfokus sepenuhnya pada kebaikan alami beras melalui formulasi yang sederhana.
"Permen lunak beras ini diciptakan melalui kolaborasi antara Earth Mart dan Ezaki Glico, dipenuhi dengan kegembiraan dan apresiasi terhadap alam yang mencerminkan hubungan mendalam masyarakat Jepang dengan beras," jelas produser Earth Mart Pavilion, Koyama Kundo.
"Saya harap saat Anda menikmati setiap gigitannya, Anda akan merasakan kisah di baliknya dan sekali lagi menikmati rasa lembut yang hanya ditawarkan oleh beras. Saya sungguh berharap permen ini akan menghadirkan momen yang menghangatkan hati bagi semua yang mencobanya," harapnya.
Earth Mart merupakan pasar imajiner tempat pengunjung dapat merasakan siklus makanan dan kehidupan, serta menemukan petunjuk untuk masa depan.
Paviliun Earth Mart dipenuhi dengan beragam fitur yang memungkinkan pengunjung memikirkan kembali apa yang mungkin dianggap remeh dan menjelajahi cara makan baru dengan penuh semangat, sekaligus menciptakan suasana yang mengingatkan kita pengalaman berbelanja di pasar.
Tradisi, budaya, tantangan sosial, teknologi, perspektif ini mendorong kita untuk mengevaluasi kembali kondisi makanan saat ini dan memulai perjalanan untuk menemukan kenikmatan makan, serta mengungkap wawasan tentang bagaimana kita dapat membentuk dan menenun kehidupan di era baru.
"Bersama-sama, kami berharap dapat mengeksplorasi "cara makan baru" yang dapat membawa masa depan yang lebih baik. Dengan memikirkan kembali berbagai norma makanan, kita dapat menyadari apa yang benar-benar penting bagi kehidupan dan merasakan lebih banyak rasa syukur dan kebaikan, yang pada gilirannya berkontribusi pada kenikmatan hal-hal kecil dalam hidup," demikian tujuan paviliun Earth Mart.
Paviliun ini bertujuan agar para pengunjungnya dapat semakin menghargai waktu makan di setiap detiknya, sekaligus mengucapkan rasa syukur atas nutrisi yang dibagikan oleh hewan dan tumbuhan di setiap gigitannya.
