Mencicipi Restoran Cita Rasa Indonesia Baru di Jakarta, Ada Menu Lawar Udang

11 September 2025 15:00 WIB
ยท
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mencicipi Restoran Cita Rasa Indonesia Baru di Jakarta, Ada Menu Lawar Udang
Restoran bernama TAMU ini hadir dengan konsep autentik cita rasa Nusantara dan menawarkan menu-menu unik.
kumparanFOOD
Menu-menu di restoran TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menu-menu di restoran TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Masakan Indonesia kerap jadi comfort food bagi banyak orang. Nah, pencinta kuliner Nusantara, terutama yang tinggal di Jakarta, kini punya destinasi baru yang bisa dicoba. Restoran bernama TAMU ini hadir dengan konsep autentik cita rasa nusantara dan menawarkan menu-menu unik.
Restoran ini baru dibuka pada awal September lalu dan berada di bawah naungan TOMA Group. Co-founder TOMA Group, Hartono Moe, menjelaskan bahwa nama TAMU berarti โ€œTatap Mukaโ€, yakni filosofi yang mengartikan bahwa makan bukan sekadar mengisi perut, melainkan juga momen untuk duduk bersama dan bercengkrama.
Begitu masuk, pengunjung akan disambut oleh pramusaji yang ramah serta suasana hangat dan homey, layaknya berkunjung ke rumah sendiri. TAMU mengusung konsep โ€œNostalgia Tapi Dinamisโ€ yang tercermin dari desain interior hingga sajian kulinernya. Semua dihadirkan untuk membangkitkan nuansa nostalgia yang berakar dari cita rasa nusantara.
Suasana restoran TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
โ€œKami ingin tempat ini membuat pengunjung merasa seperti sedang disambut di rumah sendiri. Karena itu, dari segi desain pun kami tidak ingin terlalu modern. Kami ingin menghadirkan suasana seolah-olah teman-teman sedang bertamu ke rumah teman atau saudara,โ€ jelas Hartono, saat acara temu media, Selasa (9/8).
Co-founder TOMA Group, Hartono Moe. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Selain itu, restoran ini juga menyajikan deretan menu khas nusantara yang menggugah selera. Ada pilihan hidangan pembuka, utama, hingga penutup yang bisa dinikmati. kumparanFOOD pun berkesempatan mencicipi beberapa di antaranya.
Sebagai hidangan pembuka atau camilan, TAMU menghadirkan menu cireng oncom. Berbeda dari cireng pada umumnya, cireng oncom ala TAMU dibuat berbentuk bola-bola kecil dengan warna hitam khas yang ternyata berasal dari charcoal.
Saat disantap, cireng ini terasa renyah di luar namun kopong di dalam. Saus oncom di atasnya memberi sentuhan gurih dengan sedikit rasa pedas yang nikmat. Ada juga sambal bawang sebagai cocolan tambahan yang bikin sensasinya lebih nendang.
Cireng oncom ala TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Hidangan pembuka lain yang tak kalah menarik adalah rujak ikan. Biasanya rujak identik dengan buah-buahan, tetapi di sini kamu bisa mencicipinya dengan tambahan ikan king fish yang segar, bahkan langsung didatangkan dari Sulawesi.
Head Chef TAMU, Chef Tasya, menjelaskan bahwa rujak memang bukan hidangan asing, tetapi ia ingin memodernisasi menu ini. Dasarnya tetap sama seperti rujak biasanya yang menggunakan bumbu kacang, namun kali ini ditambahkan dengan air dari nanas yang dibakar lalu diulek bersama kacang. Hasilnya, rasa rujak terasa lebih segar dan berbeda dari biasanya.
โ€œJadi kita pakai air dari nanas yang dibakar sampai hitam dan lembek, lalu dipotong, terus diulek bareng kacang, cabe, gula jawa, terasi, dan asam jawa. Habis itu aku diamkan semalaman biar rasanya lebih keluar. Jadi jatuhnya asem, seger, manis, kayak rujak,โ€ ujarnya.
Dari tampilannya saja, menu ini sudah terlihat unik karena mirip sashimi ala Jepang. Untuk rasa, potongan king fish yang segar dan tidak amis berpadu dengan irisan buah-buahan seperti semangka, nanas, mangga, delima, bengkuang, hingga salak. Perpaduan ini menghasilkan rasa yang segar, seimbang, dan tidak terlalu asam.
Rujak ikan ala TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Ada juga menu unik lain yang cocok dijadikan hidangan pembuka. Hartono menjelaskan, sejak awal dibuka, menu ini langsung jadi favorit banyak pengunjung, yaitu lawar udang. Lawar sendiri merupakan makanan tradisional khas Bali yang biasanya disajikan dengan daging ayam atau babi. Namun di TAMU, lawar hadir dengan udang sebagai bintang utamanya.
Cita rasanya gurih dengan bumbu khas Bali, dipadukan dengan selada, kacang panjang, jamur, nangka, jagung, serta kelapa yang menonjolkan rasa autentik nusantara. Tambahan udang berukuran besar membuat hidangan ini terasa segar sekaligus juicy. Ada pula taburan ebi kecil yang renyah, menambah tekstur dan membuat setiap suapan semakin kaya rasa.
Lawar udang ala TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Masuk ke hidangan utama, TAMU menawarkan menu yang tak kalah unik. Hartono menyebut, dua sajian yang paling banyak diburu pengunjung adalah sambal goreng otot dan konro pipi sapi. Dari namanya saja, keduanya sudah terdengar asing sekaligus mengundang rasa penasaran.
Sambal goreng otot, misalnya, menghadirkan cita rasa khas yang menggugah selera. Potongan otot sapi dimasak slow cook sampai kenyal, lalu berpadu dengan sambal pedas gurih ala Cirebon yang bikin nagih.
Pedasnya juga pas, cukup nendang tapi tetap bisa dinikmati meski kamu bukan pencinta pedas. Hidangan ini makin lengkap dengan tambahan perkedel, kentang, jangek, dan petai yang memperkaya rasa.
Sambal goreng otot ala TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Chef Tasya merekomendasikan konro pipi sapi sebagai menu yang wajib dicoba saat pertama kali datang ke TAMU. Biasanya konro memakai iga, tapi di sini mereka memilih pipi sapi agar terasa lebih unik. Daging pipi diolah dengan teknik sous vide sehingga teksturnya lembut dan juicy, lalu disajikan bersama sup kaldu gurih yang bikin rasanya makin kaya.
Konro pipi sapi ala TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Setelah puas dengan berbagai hidangan Nusantara yang cenderung gurih, waktunya menutup santap dengan sesuatu yang manis. TAMU punya dessert andalan bernama klapetaart, kue kelapa yang diberi sentuhan berbeda lewat saus kolak.
Perpaduan kelapa yang dominan dengan saus kolak manis dan creamy menghadirkan penutup yang segar sekaligus otentik bernuansa Nusantara. Tingkat kemanisannya juga pas, sehingga tetap cocok dinikmati bagi kamu yang kurang suka dessert terlalu manis.
Klapetaart ala TAMU. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Untuk harga, terbilang cukup variatif. Hidangan pembuka dibanderol mulai Rp 50 ribu, sementara untuk hidangan utama seperti sambal goreng otot dibanderol Rp 150 ribu dan konro pipi sapi Rp 215 ribu. Pencuci mulutnya, klapetaart, bisa kamu nikmati dengan harga Rp60 ribu.
Dengan porsi yang pas, cita rasa yang unik, serta pelayanan dan suasana restoran yang nyaman, semua menu di TAMU terasa sepadan dengan harganya. Restoran ini bisa jadi pilihan menarik buat kamu yang ingin menikmati kuliner nusantara dengan sentuhan modern.
Bagaimana, tertarik untuk mengunjunginya?
TAMU
Alamat: Jl. Aditiawarman I No.8, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160
Jam buka: Setiap hari : 10.00 โ€“ 22.00 WIB
Reporter Salsha Okta Fairuz
Trending Now