Mencicipi Varian Single Origin Cokelat Jembrana Bali dengan Kakao Premium

5 Oktober 2025 15:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mencicipi Varian Single Origin Cokelat Jembrana Bali dengan Kakao Premium
Pipiltin Cocoa, produsen cokelat bean-to-bar Indonesia memperkenalkan varian terbarunya, “Raya Jembrana”, cokelat single origin dari Jembrana, Bali, pada Kamis (2/10).
kumparanFOOD
Pipiltin Cocoa luncurkan Raya Jembrana, single origin dari Jembrana, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pipiltin Cocoa luncurkan Raya Jembrana, single origin dari Jembrana, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Pipiltin Cocoa, produsen cokelatbean-to-bar Indonesia yang sudah berpengalaman mengolah kakao sejak 2013 telah memperkenalkan varian terbarunya, “Raya Jembrana”, cokelat single origin dari Jembrana, Bali, pada Kamis (2/10).
Varian ini menonjolkan keunikan rasa kakao Jembrana yang dipadukan dengan kreativitas Pipiltin Cocoa untuk menghadirkan pengalaman cokelat autentik.
Kakao yang digunakan diproduksi oleh Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya (KSS), yang dikenal menghasilkan biji kakao fermentasi berkualitas tinggi dengan praktik perkebunan organik. Kualitas biji kakao ini bahkan diakui dunia lewat Cocoa of Excellence Silver Award 2023 yang diumumkan pada 2024 di Amsterdam, Belanda.
Ibu Agung Widiastuti, Direktur Yayasan Kalimajari (tengah). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Ibu Agung Widiastuti, Direktur Yayasan Kalimajari, menjelaskan bahwa kakao fermentasi menjadi keunggulan utama dibanding biji kakao lain, sekaligus meningkatkan reputasi Indonesia sebagai penghasil kakao berkualitas.
“Saya pernah bertemu seorang asing di suatu tempat, mereka bilang tidak pernah menyangka Indonesia bisa menghasilkan biji kakao berkualitas. Di situlah kami merasa tertantang. Kami sadar Jembrana kecil, jadi pilihan terbaik yang bisa kami tonjolkan adalah kualitas, yakni melalui fermentasi kakao yang memberi nilai tambah,” ujar Ibu Agung, saat acara peluncuran raya Jembrana, Kamis (2/10).
Pipiltin Cocoa luncurkan Raya Jembrana, single origin dari Jembrana, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Menurutnya, kakao fermentasi sangat cocok untuk diolah menjadi cokelat premium seperti Pipiltin Cocoa. Terlebih, cita rasa yang dihasilkan bisa berbeda dibanding dengan cokelat lainnya.
“Untuk cokelat-cokelat premium seperti pipiltin, bahannya pun harus premium, yaitu fermentasi. Karena kalau fermentasi itu cita rasanya muncul. Tujuan fermentasi itu adalah mengurangi rasa pahit dan memunculkan cita rasa. Ada spices, cinnamon, tobacco, fresh tamarind, itu adalah cita rasa hasil dari fermentasi,” tambahnya.
Dark chocolate bar 60 persen, Pipiltin Cocoa. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Dengan menggunakan kakao fermentasi premium, Pipiltin Cocoa menghadirkan koleksi terbaru Raya Jembrana dengan cita rasa yang berbeda dan menjadi keunggulan utama produk mereka.
Terdapat tiga produk edisi terbatas yang diluncurkan untuk koleksi single origin chocolate dari Jembrana, Bali, yakni dark chocolate bar Bali 60 persen, 70 persen, dan chocolate cracks Jembrana tropical fruit.
kumparanFOOD pun sempat mencicipi tiga produk terbaru ini. Untuk dark chocolatebar 60 persen, terasa kombinasi rasa pahit dan manis yang seimbang, dengan aftertaste lembut namun lebih pekat dibanding cokelat susu.
Chocolate cracks Jembrana tropical fruit, Pipiltin Cocoa. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Sementara itu, dark chocolate bar 70 persen memiliki cita rasa lebih kuat, dengan sentuhan nutty yang dalam, serta aroma rempah tipis dan sedikit asam jawa yang segar, persis seperti dijelaskan oleh Ibu Agung.
Untuk chocolate cracks Jembrana tropical fruit, varian ini menawarkan sensasi rasa unik dan segar, yakni menggabungkan kakao fermentasi Jembrana dengan buah tropis seperti pisang, mangga, apel, salak, dan kelapa.
Hanya dengan satu gigitan, langsung terasa perpaduan manis-pahit cokelat dengan cita rasa fruity asam-segar dari buah-buahan, cocok untuk penggemar cokelat yang menyukai sensasi rasa segar.
Harga untuk dark chocolate bar Bali 60 persen dan 70 persen dibanderol mulai dari Rp 33 ribu hingga Rp 65 ribu, sementara chocolate cracks Jembrana tropical fruit dijual seharga Rp 104 ribu per 110 gram.
Produk edisi terbatas ini hanya tersedia di offline store Pipiltin Cocoa, seperti Pondok Indah Mall 1, Plaza Senayan, Lotte Mall, Margocity Mall, dan Alun Alun Indonesia-Grand Indonesia.
Selain itu, di offline store Alun Alun Indonesia-Grand Indonesia, sebagai bagian dari perayaan “Raya Jembrana”, Pipiltin Cocoa juga mengadakan pameran foto “Resilience” yang menampilkan visual para petani kakao Jembrana, berlangsung mulai 2 hingga 20 Oktober 2025.
Reporter Salsha Okta Fairuz
Trending Now