Menelusuri Asal Usul Donat, Kudapan Warisan dari Belanda yang Kian Berinovasi
4 Oktober 2025 17:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Menelusuri Asal Usul Donat, Kudapan Warisan dari Belanda yang Kian Berinovasi
Tahukah kamu bahwa donat adalah warisan kuliner yang diturunkan oleh masyarakat Belanda?kumparanFOOD

Tahukah kamu bahwa donat adalah warisan kuliner yang diturunkan oleh masyarakat Belanda?
Banyak orang mengira donat merupakan inovasi camilan asal Amerika, namun para sejarawan ternyata sepakat bahwa kue ini merupakan warisan kuliner dari Belanda. Kudapan berupa adonan manis yang digoreng dalam minyak yang banyak tersebut sudah populer di Negara Kincir Angin sejak abad ke-17.
Ketika para imigran Belanda bermigrasi ke Amerika, khususnya ke New Amsterdam (yang kini dikenal sebagai New York), mereka membawa serta resep tersebut. Dari sinilah donat mulai berkembang dan perlahan bertransformasi di tanah Amerika.
Meski konsep awalnya berasal dari Belanda, bentuk donat dengan lubang di tengah justru erat kaitannya dengan Amerika. Ada kisah populer dari tahun 1847 tentang seorang kapten kapal asal Amerika Serikat bernama Hanson Gregory, yang konon menciptakan lubang pada adonan agar donat matang lebih merata.
Sejak saat itu, doughnut versi Amerika berkembang pesat dan menjadi ikon budaya kuliner, terutama dengan hadirnya waralaba merek donat yang berkembang pesat di seluruh dunia yang berasal dari Amerika.
Sementara itu, di Indonesia, donat diperkirakan diperkenalkan pada rakyat Indonesia pada masa kolonial Belanda. Seiring waktu, resep donat kian beradaptasi dengan bahan lokal seperti kentang, hingga lahirlah donat kentang khas yang lembut, empuk, dan mengenyangkan.
Selain donat kentang, tren kuliner terus berkembang dan melahirkan berbagai inovasi donat di tanah air, mulai dari bomboloni (donat isi), donat mochi, cronut (croissant donut), donat ubi, hingga varian kekinian dengan bahan alami yang baik untuk tubuh.
Namun, di balik kelezatannya, banyak konsumen yang mulai sadar akan risiko mengonsumsi camilan yang terlalu manis dan tinggi kalori. Menjawab keresahan tersebut, Dairy Champ membagikan kreasi resep donat yang menggunakan bahan alami yakni donat labu creamy juara.
Dikutip dari siaran resmi yang kumparanFOOD terima, Minggu (4/10), Marketing Manager PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi mengatakan, βCamilan manis masih bisa dinikmati tanpa rasa khawatir selama konsumsinya berada dalam batas wajar sesuai rekomendasi harian. Kuncinya adalah mengedepankan keseimbangan, baik dalam porsi maupun pemilihan bahan. Dengan mengganti sebagian komponen menggunakan bahan alami, masyarakat dapat menikmati camilan tanpa rasa khawatir.β
Resep Donat Labu Creamy Juara
Penasaran dengan resep dan cara membuat donat labu yang creamy-nya juara? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
