Mengenal Kopi Tubruk, Minuman Tradisional Warisan Nusantara
24 Oktober 2025 11:08 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Mengenal Kopi Tubruk, Minuman Tradisional Warisan Nusantara
Teknik tubruk dinilai mampu membuat cita rasa kopi menjadi lebih bold dan kental. Tapi sebenarnya apa, sih kopi tubruk itu?kumparanFOOD

Kopi tubruk menjadi salah satu varian kopi yang digemari masyarakat Indonesia. Teknik tubruk dinilai mampu membuat cita rasa kopi menjadi lebih bold dan kental. Tapi sebenarnya apa, sih kopi tubruk itu?
Mengutip buku berjudul "Kopi: Sejarah dan Tradisi Minum Kopi, Cara Benar Mengekstrak dan Menikmati Kopi, Manfaat dan Risiko Kopi Bagi Kesehatan" karya Murdijati Gardjito dan Dimas Rahadian A.M. menjelaskan bahwa kopi tubruk merupakan kopi yang masih meninggalkan ampas saat diekstrak.
Awal mula kopi ini berkembang dari Timur Tengah. Kemudian metode ini menjadi populer di kalangan pedagang Turki. Para pedagang pun menyebarkan metode racikan kopi ini yang kini kita kenal dengan Turkish coffee.
Selanjutnya, tren minuman ini masuk ke Indonesia saat masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1696. Saat itu, seduhan kopi ini langsung menjadi primadona di kalangan pejabat Indonesia, termasuk Presiden RI Pertama, Soekarno.
Disebut-sebut Soekarno begitu menyukai cita rasa kopi tubruk yang kental, pekat, dan hitam. Cara menyeduhnya pun masih tradisional. Saat itu biji kopi ditumbuk dengan kayu besar atau lesung dalam alat yang disebut liangan.
Selanjutnya kopi bubuk dimasukkan ke dalam cangkir dan dituang air panas mendidih. Untuk mendapatkan rasa kopi yang pekat, biasanya biji kopi ditumbuk hingga halus.
Menariknya lagi, bukan sekadar sajian minuman, kopi tubruk juga memiliki filosofi mendalam. Sebutan "tubruk" diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti "bertabrakan". Arti bertabrakan ini diambil dari cara menyeduh yang langsung "bertabrakan" antara air panas, gula pasir, dan bubuk kopi.
Dari cara menyeduh tersebut masyarakat Jawa kemudian memaknai dengan gambaran kehidupan manusia yang banyak bertabrakan atau bergejolak cobaan, namun tetap kuat.
Masyarakat Indonesia hingga kini begitu menyukai metode seduh kopi satu ini. Terutama masyarakat di Jawa dan Bali begitu menyukai kopi tubruk. Bahkan di Bali kopi ini memiliki sebutan khusus yakni kopi salem.
Kopi tubruk pun masih menjadi primadona di Indonesia. Bahkan varian minuman ini disebut menjadi identitas dan warisan kuliner Nusantara.
Dengan mengakar pada racikan warisan kuliner Indonesia, Kopi Tubruk Gadjah menjadikan metode seduhan minuman ini sebagai fondasi dalam produknya.
Sebagai ahlinya kopi tubruk, Kopi Tubruk Gadjah diolah dengan racikan warisan berkualitas dan inovasi varian rasa. Misalnya saja, kini Kopi Tubruk Gadjah menggabungkan aroma dan rasa buah mangga yang unik dan harum.
Kolaborasi rasa ini dinilai pas antara kopi yang mantap dan buah mangga khas. Cita rasa unik dari minuman ini cocok dinikmati oleh generasi milenial hingga gen Z yang gemar mengekspolarsi rasa baru.
Minuman kopi rasa mangga ini cocok dinikmati hangat maupun dingin. Dengan harga terjangkau yakni Rp 15 ribu serenteng isi 10 sachet, kamu pun sudah bisa menikmati kopi yang benar-benar enak.
Bagaimana, kamu tertarik mencoba minuman kopi tubruk yang bercita rasa unik ini?
