Menikmati Hidangan Ikan Kerapu Lembut nan Gurih ala Omakase Jepang di Ironplate
1 Oktober 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 5 menit
Menikmati Hidangan Ikan Kerapu Lembut nan Gurih ala Omakase Jepang di Ironplate
Menu spesial bertajuk “Autumn Omakase” ini mengajak para tamu menikmati sembilan hidangan yang memadukan bahan-bahan terbaik musim gugur dengan cita rasa khas Jepang.kumparanFOOD

Omakase merupakan salah satu tradisi kuliner Jepang yang menawarkan pengalaman bersantap unik, salah satunya lewat menu yang selalu menyesuaikan musim. Menyambut perayaan hari jadinya yang ke-3, steakhouse Ironplate di Jakarta menghadirkan menu omakase terbaru yang terinspirasi dari keindahan musim gugur Jepang.
Menu spesial bertajuk “Autumn Omakase” ini mengajak para tamu menikmati sembilan hidangan yang memadukan bahan-bahan terbaik musim gugur dengan cita rasa khas Jepang. kumparanFOOD pun turut berkesempatan mencicipinya.
Hidangan pertama yang disajikan adalah tuna gougère. Gougère sendiri merupakan kue choux (sus) ala Prancis. Di tangan Ironplate, kue sus ini dipadukan dengan irisan tipis ikan tuna segar di atasnya, sementara bagian dalamnya diisi dengan saus ponzu khas Jepang.
Begitu masuk ke mulut, sensasi renyah dari kue sus langsung berpadu dengan saus ponzu yang creamy, gurih, dan segar-asam. Kemudian, rasanya juga semakin sempurna dengan potongan tuna mentah yang fresh, clean, dan kenyal di atasnya. Hidangan pembuka ini berhasil membangkitkan selera sebelum masuk ke sajian berikutnya.
Masuk ke hidangan utama, Ironplate menghadirkan menu unik dan elegan, yakni oyster chowder. Sesuai namanya, hidangan ini menggunakan tiram dari Murotsu Bay, sebuah teluk di Prefektur Hyogo, Jepang, yang terkenal dengan kualitas tiramnya. Tiram Murotsu ini hanya tersedia saat musim gugur di Jepang, sehingga pas sekali menjadi bagian dari rangkaian autumn omakase ini.
Tiram spesial tersebut disajikan berupa hidangan chowder, sup kental yang hangat, lengkap dengan taburan wagyu bacon. Sensasi tiram yang kenyal, juicy, dan fresh berpadu dengan kuah creamy yang milky dari chowder, lalu diperkaya dengan wagyu bacon yang renyah, menghadirkan kombinasi tekstur dan rasa yang memanjakan lidah.
Selain itu, ada juga menu coral trout alias ikan kerapu merah. Ikan ini biasanya punya tingkat kualitas yang tinggi pada September. Karena Ironplate merupakan restoran dengan konsep teppanyaki, pengunjung bisa menyaksikan langsung bagaimana proses dan cara chef menyajikan makanan tersebut di atas sebuah panggangan besi yang berada di depan meja mereka.
Lewat menu coral trout, chef Ironplate yang bernama Chef Nanda memanggang ikan tersebut dengan cara unik, yakni dengan memberi lapisan kombu (rumput laut) di atas dan di bawah, kemudian di atasnya diberi dengan taburan rock salt. Metode ini biasa dikenal dengan nama kombujime dan diyakini bisa meningkatkan cita rasa ikan dan membuat teksturnya jadi lebih lembut.
Setelah dipanggang sekitar 10–15 menit, ikan kerapu merah tersebut disajikan bersama dengan kaldu jahe dashi hangat yang melambangkan hangatnya musim gugur dan tomat ceri robin, varian tomat yang berukuran kecil yang memiliki rasa segar seperti musim panas.
Daging ikan ini terasa lembut di mulut, sekaligus gurih dengan rasa yang meresap sempurna. Kelezatannya berpadu dengan kaldu jahe dashi hangat yang menghadirkan sensasi segar dan menenangkan, lalu semakin kaya dengan tambahan tomat ceri robin utuh. Saat digigit, tomat mungil ini memberi semburan rasa manis-asam yang segar dan menngimbangi gurihnya ikan.
Selanjutnya, ada hidangan utama berbahan dasar ayam, yakni spring chicken. Bagian dada ayam ini dimasak dengan metode slow cook setelah sebelumnya digoreng terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam wadah khusus selama 15–20 menit agar menghasilkan tekstur daging yang lebih juicy dan mirip seperti bagian paha atas yang biasanya menjadi favorit.
Hasilnya, daging ayam ini terasa empuk, lengkap dengan rasa gurih yang pas. Hidangan ini dipadukan dengan kabocha alias labu Jepang yang memberi sentuhan manis alami sekaligus tekstur padat dan creamy. Perpaduan antara gurihnya ayam dan manis-creamy dari kabocha seperti menggambarkan cita rasa hangat yang pas untuk menggambarkan musim gugur.
Hidangan utama lain yang menjadi highlight dalam rangkaian menu ini adalah misuji, daging wagyu Australia yang terkenal dengan keempukannya. Misuji dimasak dengan cara yang cukup unik. Sejak awal, Chef Nanda memanggang daging wagyu ini di pinggiran panggangan.
Ia menjelaskan bahwa potongan daging yang digunakan berasal dari bagian otot yang sering bergerak atau disebut secondary cut. Untuk menghasilkan tekstur yang lembut, daging perlu dipanggang perlahan pada suhu 60 derajat selama 20–30 menit.
Hasilnya, daging wagyu ini begitu digigit punya tekstur yang juicy dan langsung meleleh di mulut. Setiap gigitannya terasa melt, dengan cita rasa daging yang kuat tanpa lemak berlebihan. Sentuhan smoky dari proses pemanggangan berpadu sempurna dengan saus port perigueux yang creamy dan gurih.
Kelezatan misuji juga semakin lengkap dengan taburan truffle tipis di atasnya, yang menambahkan aroma khas sekaligus rasa gurih, nutty, dan earthy.
Untuk menutup rangkaian menu, Ironplate menyajikan hojicha mont blanc, dessert klasik Prancis yang dipadukan dengan cita rasa teh Jepang hojicha yang identik dengan nuansa hangat musim gugur.
Hidangan manis ini menghadirkan krim hojicha lembut dengan rasa nutty dan sedikit pahit yang seimbang, kemudian dipadukan dengan hazelnut untuk menambah kedalaman rasa. Di atasnya, es krim smoked chestnut memberi sentuhan smoky dan segar yang unik.
Setiap hidangan dalam autumn omakase menghadirkan cita rasa unik sekaligus berkelas. Rangkaian sembilan hidangan tersebut ditawarkan dengan harga Rp 1,2 juta++ per orang.
Menu spesial ini sudah bisa dipesan sejak Minggu (28/9) lalu dan hanya tersedia hingga akhir Desember 2025. Jadi, pastikan kamu melakukan reservasi lebih dulu untuk bisa merasakan pengalaman kuliner Jepang khas musim gugur ala Ironplate.
Bagaimana, tertarik untuk mencobanya juga?
Ironplate Restaurant
Alamat: Md Place, Jl. Setia Budi Selatan No.7 12th Floor, RT.5/RW.1, Kuningan, Setia Budi, Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910
Jam buka: 17.00 – 22.00 WIB (Senin-Minggu).
Reporter Salsha Okta Fairuz.
