Merayakan Hari Kopi Turki Sedunia: Secangkir Tradisi yang Menghangatkan Dunia
8 Desember 2025 20:09 WIB
·
waktu baca 4 menit
Merayakan Hari Kopi Turki Sedunia: Secangkir Tradisi yang Menghangatkan Dunia
Setiap 5 Desember, para pencinta kopi di berbagai negara memperingati Hari Kopi Turki Sedunia.kumparanFOOD

Metode penyajiannya yang unik, ditambah nilai sosial dan historis yang kuat, membuat pengalaman ngopi jadi sesuatu yang wajib kamu coba saat berkunjung ke Turki.
Dikutip dari Antara, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Kucukcan, menjelaskan bahwa perayaan Hari Kopi Turki Sedunia dihgelar secara internasional karena kopi Turki memiliki kekhasan yang tidak dimiliki jenis kopi lainnya.
Menurutnya, perayaan ini bukan hanya ajang untuk memperkenalkan budaya minum kopi Turki, tapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan antar masyarakat, termasuk dengan warga Indonesia.
Pengakuan dunia terhadap kopi Turki semakin kuat sejak masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2013. Sejak saat itu, tanggal 5 Desember resmi ditetapkan sebagai Hari Kopi Turki Sedunia. Tahun ini, kopi Turki kembali mencatatkan sejarah dengan menjadi produk tradisional Turki pertama yang terdaftar secara resmi di Uni Eropa (UE).
Tidak ada tempat yang lebih baik untuk mencicipi secangkir kopi Turki dengan buih sempurna selain di tanah asalnya. Setiap tegukan menghadirkan cerita tentang tradisi dan keramahan, dan kehidupan masyarakat Turki. Siapa tahu, secangkir kopi klasik ini bisa menjadi inspirasi perjalananmu berikutnya.
Ungkapan tersebut menggambarkan betapa pentingnya kopi Turki dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan sejarah lebih dari 500 tahun, kopi Turki pertama kali diperkenalkan ke tanah Ottoman melalui Yaman pada abad ke-16. Minuman ini langsung memikat hati masyarakat, hingga akhirnya membuka jalan bagi berdirinya kedai-kedai kopi, tempat orang berkumpul, berbincang, dan berbagi cerita.
Tak butuh waktu lama bagi kopi Turki untuk masuk ke rumah-rumah, dan pada akhirnya menjadi tradisi Turki yang sangat dihargai. Melihat popularitasnya yang terus meningkat, para pedagang mulai memperdagangkan biji kopi melintasi batas negara. Dengan demikian, kopi Turki pun mencapai Eropa dan menjadi fondasi bagi budaya kopi di kawasan tersebut.
Selain cita rasanya yang kaya, kopi Turki telah lama menjadi ritual kebersamaan yang mempererat hubungan antar teman dan keluarga. Awalnya disajikan terutama setelah makan, kopi ini kemudian menjadi bagian penting dalam upacara pertunangan, perayaan meriah, dan hari-hari keagamaan. Menyajikan kopi Turki adalah bentuk keramahan dan kehangatan yang tak lekang oleh waktu.
Rahasia cita rasa yang khas: Penyeduhan yang Tak Berubah
Menurut Türkiye Tourism Promotion and Development Agency, keunikan kopi Turki tidak hanya terletak pada kemampuannya menyatukan orang, tetapi juga pada budaya autentik yang dikandungnya mulai dari proses pembuatan hingga cara menikmatinya yang santai. Sebagai salah satu metode penyeduhan kopi tertua yang masih digunakan hingga kini, kopi Turki mewakili warisan kuliner berkelanjutan Turki.
Biji kopi yang telah disangrai digiling sangat halus kemudian diseduh dengan air dingin dan gula, jika diinginkan dalam pot kecil bernama cezve, lalu dipanaskan perlahan hingga terbentuk buih sempurna. Ketika berada di Turki, kamu mungkin akan ditanya, “Bagaimana Anda ingin kopi Anda?” tanpa gula, sedikit manis (sedikit gula), sedang, atau manis.
Kopi Turki dituangkan dari cezve ke dalam cangkir
Dibedakan oleh ampasnya dan buihnya yang kaya, kopi Turki juga memiliki keistimewaan dalam penyajiannya. Berbeda dengan kopi yang disajikan dalam gelas kertas di kehidupan modern yang serba cepat, kopi Turki secara tradisional dinikmati dalam cangkir porselen kecil, ditemani segelas air dan sepotong Turkish delight.
Pengalaman yang unik dalam rasa dan penyajian
Saat kamu menjelajahi berbagai wilayah Turki, kamu akan menemukan beragam interpretasi kopi Turki. Di sepanjang pesisir Aegean, kamu dapat menikmati kopi yang diberi sentuhan lembut getah mastic, sebuah keistimewaan lokal yang berasal dari pohon mastic terkenal di kawasan tersebut.
Di Gaziantep, cobalah kopi menengiç, yang dibuat dari biji pohon Pistacia terebinthus dan juga telah terdaftar sebagai produk indikasi geografis (GI) di Uni Eropa. Di provinsi timur seperti Şanlıurfa dan Mardin, kamu wajib mencoba mırra, seduhan yang lebih kuat dan intens yang mencerminkan tradisi mendalam kawasan tersebut.
Kamu dapat menikmati secangkir kopi yang lezat di mana saja di Turki. Baik setelah makan maupun dipadukan dengan kudapan ikonik seperti baklava dan Turkish delight, minuman yang menenangkan ini akan menemani obrolan santai kamu. Setelah kopi habis, ampas yang tersisa di cangkir sering digunakan untuk meramal nasib, sebuah tradisi yang dikenal sebagai tasseography.
Jadi, kapan kamu menikmati kopi Turki langsung di negara asalnya?
