Meski Bukan Negara Mayoritas Muslim, Jepang Komitmen Bangun Wisata Kuliner Halal
24 November 2025 13:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Meski Bukan Negara Mayoritas Muslim, Jepang Komitmen Bangun Wisata Kuliner Halal
Wisata kuliner halal tampaknya sudah menjadi komitmen banyak negara, sekalipun penduduknya bukan mayoritas Muslim seperti Jepang.kumparanFOOD

Wisata kulinerhalal tampaknya sudah menjadi komitmen banyak negara, sekalipun penduduknya bukan mayoritas Muslim. Seperti Jepang, yang kini gencar memperkenalkan wisata kuliner halalnya kepada wisawatan Muslim terutama dari Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Eizo Kobayashi, President The Japan Food Product Overseas Promotion Center (JFOODO), organisasi resmi Jepang yang bertanggung jawab dalam mempromosikan hasil produk asal Negara Sakura; seperti hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga makanan Jepang.
Kobayashi menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang bisnis halal yang begitu berkembang, sehingga Jepang merasa perlu adanya kerja sama dalam memperkuat wisata halal mereka.
"Kami melihat bahwa bisnis makanan halal di Indonesia semakin berkembang, maka itu kami pengin lebih memperkenalkan makanan halal dari Jepang yang pilihannya juga banyak," ujarnya saat memberi sambutan di acara Authentic Cultural Dining "Japanese Food Meets Halal" di Jakarta (13/11) lalu.
Lebih lanjut, Kobayashi memaparkan bahwa Jepang juga semakin melihat betapa pentingnya dalam menyediakan pilihan makanan halal bagi wisatawan Muslim yang berkunjung ke negaranya.
"Kami menyadari betapa pentingnya pilihan makanan halal bagi wisatawan Muslim seperti masyarakat Indonesia. Maka itu, dengan diadakannya acara ini kami berharap bapak-ibu bisa merasakan kenikmatan makanan halal Jepang," tambahnya.
Jepang memang memiliki beragam hasil produk makanan yang sejatinya aman bagi umat Muslim. Misalnya saja aneka produk hidangan laut segar dan daging sapi yang kualitasnya sudah diakui dunia.
Hanya saja, masih banyak bumbu masakan khas Jepang seperti soyu dan mirin yang dikhawatirkan kehalalannya oleh banyak wisatawan Muslim yang berkunjung ke sana. Maka itu, kini Jepang juga mengeluarkan produk makanan tanpa mirin hingga soyu halal.
Mitsuru Myonchin, perwakilan dari Kedutaan Jepang di Indonesia, mengatakan bahwa di Jepang kini sudah banyak restoran yang menggunakan soyu dan bumbu halal lainnya. Bahkan terdapat restoran berbintang Michelin bernama Honke Tankuma yang telah memperoleh sertifikasi restoran ramah Muslim dari Dewan Halal Kyoto, sebagai restoran yang menyajikan menu halal.
Mitsuru turut mengungkapkan bahwa Jepang juga menyadari minat warga Indonesia yang tinggi akan kuliner dari negaranya. "Di seluruh Indonesia terdapat lebih dari 4.000 restoran Jepang dan saya memahami bahwa hampir seluruh masakan Jepang sudah terkenal dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia," tambahnya.
Lantaran semakin meningkatkan pengunjung dari Indonesia ke Jepang, yang menurut data 2024 mencapai 517 ribu orang, kini pemerintahan negara dengan kuliner khas sushi itu, telah bekerja sama dengan media Muslim dan aplikasi pencarian restoran berbasis ulasan "HALAL NAVI". Aplikasi ini menyediakan mekanisme pencarian restoran halal sehingga memudahkan wisatawan Muslim dalam mencari tempat makan halal saat kulineran ke Jepang.
Saat ini terdapat beberapa lembaga sertifikasi di Jepang yang sudah mendapat pengakuan langsung dari BPJPH, lembaga-lembaga ini dianggap sah di Indonesia. Lembaga tersebut seperti Muslim Professional Japan Association (MPJA), The Japan Moslem Association (JMA), dan NPO Japan Halal Association.
Diharapkan dengan semakin terbukanya informasi mengenai wisata kuliner halal di Jepang yang kian beragam, masyarakat Muslim terutama dari Indonesia kini tidak perlu ragu ataupun khawatir lagi saat kulineran di negara tersebut.
