Museum di China Jual Kopi Kecoak, Harganya Rp 100 Ribuan
1 Desember 2025 12:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Museum di China Jual Kopi Kecoak, Harganya Rp 100 Ribuan
Museum bernama Museum Wanwu di Beijing, China, diketahui menyajikan menu unik berupa kopi yang dicampur dengan bubuk kecoak. Menu ekstrem tersebut rupanya sudah dijual sejak Juni lalu. kumparanFOOD

Tapi, bagaimana kalau kecoak justru diolah menjadi campuran minuman? Kedengerannya memang bikin mual. Namun, hal inilah yang benar-benar dilakukan oleh sebuah museum di China.
Museum bernama Museum Wanwu di Beijing, China, diketahui menyajikan menu unik berupa kopi yang dicampur dengan bubuk kecoak. Menu ekstrem tersebut rupanya sudah dijual sejak Juni lalu.
Dikutip dari Mirror Media, tak hanya kopi kecoak, museum ini juga menghadirkan berbagai minuman lain bertema serangga. Mereka mencoba mengusung konsep membawa alam ke dalam kehidupan sehari-hari dengan menyajikan berbagai minuman berbahan serangga.
Meski terdengar ekstrem, pihak museum mengeklaim seluruh bahan baku yang digunakan sudah memenuhi standar keamanan pangan. Semua bahannya berasal dari peternakan profesional serta pemasok obat tradisional yang legal.
Sebelum kopi bubuk kecoak hadir, museum Wanwu juga telah lebih dulu meluncurkan sejumlah minuman berbahan serangga lainnya. Mulai dari kopi ulat gandum, minuman racikan khusus yang mengandung cairan pencernaan tanaman kantong semar, serta minuman semut edisi terbatas yang dijual khusus saat Halloween.
Kopi bubuk kecoak ini menjadi menu terbaru yang paling mencuri perhatian, pada bagian atas kopi ditaburi bubuk kecoak, lalu dihiasi beberapa ulat gandum yang telah dipanggang. Tak heran jika tampilannya langsung membuat banyak orang terkejut saat melihatnya.
Soal rasa, pihak museum mengatakan bahwa meski terlihat ekstrem, rasanya sebenarnya jauh lebih lembut dari yang dibayangkan. Cita rasanya digambarkan seperti βaroma sangrai yang berpadu dengan sedikit rasa asamβ.
Museum juga menyebut, penjualan kopi bubuk kecoak ini hariannya hanya sekitar 10 cangkir saja, dengan mayoritas pembeli berasal dari kalangan anak muda yang gemar mencari pengalaman baru. Harga per cangkirnya 45 yuan atau sekitar Rp 106 ribu.
"Banyak orang langsung mengurungkan niat hanya dari melihat namanya saja, terutama para orang tua yang membawa anak, mereka cenderung lebih konservatif,β ujar pihak museum dikutip dari Mirror Media, Senin (1/12).
Melalui inovasi ini, pihak museum berharap stigma negatif masyarakat terhadap serangga bisa perlahan berubah. Mereka juga ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda.
Setelah kabar ini beredar, menu ini pun langsung viral di kalangan warganet Tiongkok. Beragam komentar bermunculan. "Ini lebih ekstrem daripada minum cairan Kangfuxin,β tulis warganet.
Bahkan sebagian besar mereka mengaku tak bisa membayangkan seperti apa rasanya. "Ini benar-benar bisa diminum? Tidak langsung masuk rumah sakit?β, hingga βRasanya seperti bikin merinding!β
Nah, kira-kira kalau ada di Indonesia kamu tertarik mencobanya, Gais?
