Peneliti Italia Temukan Ribuan Partikel Mikroplastik di Produk Keju hingga Susu
17 Oktober 2025 16:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Peneliti Italia Temukan Ribuan Partikel Mikroplastik di Produk Keju hingga Susu
Sebuah studi terbaru dari Universitas Padua di Italia menemukan mikroplastik di hampir semua produk keju dan susu yang diuji โbaik dalam keju segar dan keju tua (matang).kumparanFOOD

Sebuah studi terbaru dari Universitas Padua di Italia menemukan mikroplastik di hampir semua produk keju dan susu yang diuji โbaik dalam keju segar dan keju tua (matang).
Mengutip Food and Wine, sebuah studi peer-review terbaru yang diterbitkan dalam jurnal NPJ Science of Food menyatakan bahwa mikroplastik juga beredar dalam produk keju dan susu yang kita konsumsi.
Para peneliti membagikan temuan mereka setelah menganalisis mikroplastik dalam produk susu, keju segar, dan keju matang atau yang kita kenal juga dengan sebutan keju tua. Tim tersebut memeriksa 28 sampel ritel, termasuk karton susu, 10 keju segar berusia kurang dari satu bulan, dan 14 keju matang berusia lebih dari empat bulan.
Para peneliti meminimalkan risiko kontaminasi silang dengan melakukan pengujian di "ruang bersih Kelas 7" dan menggunakan peralatan gelas yang bersih, memastikan bahwa mikroplastik yang terdeteksi sudah ada sejak awal.
Tim kemudian memisahkan produk susu dari partikel mikroplastik potensial dan menggunakan mikroskop inframerah canggih untuk mengidentifikasi setiap bagian, memindainya berulang kali untuk semakin memastikan hasilnya akurat.
Setelah mengolah berbagai sampel yang ada, ditemukanlah partikel mikroplastik dalam 26 dari 28 produk yang diuji. Dari temuan tersebut teridentifikasi jenis mikroplastik yang paling sering ditemukan dalam polietilena tereftalat, juga dikenal sebagai PET, plastik yang umum digunakan dalam kemasan makanan dan botol plastik. Kemudian terkandung juga jenis mikroplastik polietilena dan polipropilena, polimer termoplastik yang juga sering digunakan dalam kemasan makanan.
Keju yang sudah matang memiliki kadar tertinggi, sekitar 1.857 partikel per kilogram, diikuti oleh keju segar dengan 1.280 partikel per kilogram, dan susu dengan sekitar 350 partikel per kilogram.
Para peneliti memprediksi mikroplastik paling sering tercampur dalam produk makanan ini kemungkinan besar pada saat pemrosesan, karena adanya langkah-langkah tambahan yang terlibat dalam proses pengepresan, penuaan, dan pengemasan keju, termasuk segala hal mulai dari kantong pakan hingga pembungkus ritel.
Namun menjadi catatan tambahan dari para peneliti bahwa temuan ini hanya mendokumentasikan keberadaan mikroplastik, dan tidak meneliti soal dampaknya bagi kesehatan di masa mendatang. Kendati penelitian ini bisa semakin memperkuat temuan-temuan sebelumnya tentang keberadaan mikroplastik dalam makanan atau minuman yang kita konsumsi.
