Pentingkah Sertifikasi Halal untuk Produk Kopi? Begini Kata Para Produsen
16 Mei 2025 19:49 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Pentingkah Sertifikasi Halal untuk Produk Kopi? Begini Kata Para Produsen
Mengutip website resmi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), proses pengolahan kopi dan penggunaan bahan tambahan dapat memengaruhi status kehalalannya.kumparanFOOD

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Menempati peringkat ke-4 sebagai produsen kopi global. Industri kopi lokal terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya minat masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui perkembangan ini, kualitas kopi lokal semakin dikenal dan tidak diragukan lagi. Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian penting bagi umat Muslim saat membeli dan mengonsumsi kopi, yaitu sertifikasi halal.
Ya, kopi memang berasal buah dan bijinya dikonsumsi untuk diolah, tetapi tetap membutuhkan sertifikasi halal. Mengutip website resmi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), proses pengolahan kopi dan penggunaan bahan tambahan dapat memengaruhi status kehalalannya.
Beberapa produsen kopi lokal pun sudah menyadari pentingnya sertifikasi halal. Dalam ajang World of Coffee Jakarta 2025, misalnya, beberapa petani kopi yang berkesempatan memamerkan produk kopinya berbagi pengalaman mereka mengenai sertifikasi halal.
Salah satu produsen kopi lokal yang telah mengantongi sertifikasi halal adalah Koperasi Produsen Serba Usaha (KPSU) Solok Radjo. Koperasi ini memproduksi kopi arabika dari Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Didirikan pada 2012, KPSU Solok Radjo mengatakan kepada kumparanFOOD bahwa mereka mulai mendapatkan sertifikasi halal untuk produk kopinya sejak 2022. Ketua KPSU Solok Radjo, Joni, menjelaskan bahwa sertifikasi halal sebenarnya tidak berdampak signifikan pada penjualan, terutama karena sebagian besar produk mereka diekspor ke negara yang tidak terlalu mementingkan aspek kehalalan.
Namun, Joni menegaskan bahwa sertifikasi halal tetap penting untuk menjaga branding, kepercayaan konsumen, dan kualitas produk kopi mereka. Selain itu, sertifikasi ini juga dianggap selaras dengan budaya Sumatera Barat yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
βSebenarnya, kalau dampak penjualan enggak terlalu signifikan karena kan kita ekspor, dan aspek halal cuma di beberapa negara aja. Tapi, kita lebih menjaga nama brand, bahwa brand kita dikelola dan diolah dengan standar yang bagus. Kita juga menjaga brand kita sesuai dengan budaya di Minang, Sumatera Barat yang dikenal sangat kental dengan agamanya,β jelas Joni selaku Ketua KPSU Solok Radjo kepada kumparanFOOD, Kamis (15/5).
Alasan lain terkait pentingnya sertifikasi halal juga disampaikan oleh pemilik perusahaan kopi Bali Arabica, Komang Sukarsana. Produk yang diproduksinya juga telah mengantongi sertifikat halal. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi halal diperlukan karena Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Meski sertifikasi halal memiliki masa berlaku, Komang Sukarsana menyatakan bahwa ia biasanya rutin memperbarui sertifikat tersebut sebagai bentuk komitmen. Apalagi, sebagai merek yang didukung oleh Bank Indonesia (BI), proses pembaruan sertifikasi halal juga menjadi lebih mudah.
βNegara kita kan memang mayoritas beragama Islam. Kita sertifikasi halal juga. Setiap (expired) itu kita selalu pembaharuan, kita juga difasilitasi BI jadi dipermudah,β ungkap Komang Sukarsana, pemilik Bali Arabica kepada kumparan.
Pendapat berbeda juga disampaikan oleh produsen kopi dari Koperasi Produsen Emas Hijau Papua. Produsen ini fokus pada produksi dengan standar halal sehingga produk-produknya telah bersertifikat halal.
Ketua Koperasi Produsen Emas Hijau Papua, Yafeth, mengatakan kepada kumparan bahwa sertifikasi halal ini dilakukan untuk mempermudah akses ekspor. Sebagai produsen yang juga dibina oleh Bank Indonesia (BI), koperasi tersebut mendapatkan kemudahan dalam proses sertifikasi halal bagi UMKM.
Dengan berbagai alasan dan perspektif dari para produsen kopi lokal, jelas bahwa sertifikasi halal bukan sekadar formalitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen dan memperluas pasar, baik di dalam maupun luar negeri.
Hal ini juga dapat menjadi dorongan agar para industri kopi Indonesia terus berkembang secara berkelanjutan dan tepercaya. Alhasil, kopi lokal tidak hanya nikmat, tetapi juga aman dan sesuai dengan nilai-nilai konsumen yang mengutamakan kehalalan.
Reporter Salsha Okta Fairuz
