Riset: Kopi yang Disaring dengan Filter Kertas Lebih Sehat daripada Ditubruk

28 Juli 2025 16:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Riset: Kopi yang Disaring dengan Filter Kertas Lebih Sehat daripada Ditubruk
Beragam metode penyeduhan kopi bisa menghasilkan cita rasa yang berbeda-beda. Bahkan, penikmat kopi biasanya sudah tahu metode penyeduhan seperti apa yang sesuai dengan selera mereka.
kumparanFOOD
Ilustrasi menyeduh kopi dengan kertas filter. Foto: RachenArt/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyeduh kopi dengan kertas filter. Foto: RachenArt/Shutterstock
Beragam metode penyeduhan kopi bisa menghasilkan cita rasa yang berbeda-beda. Bahkan, penikmat kopi biasanya sudah tahu metode penyeduhan seperti apa yang sesuai dengan selera mereka. Sebut saja metode favorit seperti V60, french press, hingga tubruk.
Menariknya, menurut penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology (2020), menemukan bahwa menyeduh kopi menggunakan saringan (misalnya, filter kertas) lebih sehat daripada sekadar menyeduh kopi menggunakan air panas langsung di dalam gelas β€”atau biasa dikenal dengan metode tubruk.
Mengutip website resmi Harvard Health, penelitian ini menganalisis respons survei terhadap 508.747 laki-laki dan perempuan sehat berusia 20 hingga 79 tahun. Kemudian, riset ini melibatkan sampel representatif penduduk Norwegia yang diminta untuk mengisi kuesioner tentang jumlah dan jenis kopi yang dikonsumsi.
Data yang ditemukan juga dikumpulkan dari variabel-variabel yang dapat memengaruhi konsumsi kopi dan penyakit jantung, sehingga dapat diperhitungkan dalam analisis. Misalnya, kebiasaan merokok, pendidikan, aktivitas fisik, tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan kolesterol.
Ilustrasi kopi filter. Foto: Shutterstock
Data juga dikumpulkan mengenai variabel-variabel yang dapat memengaruhi konsumsi kopi dan penyakit jantung, sehingga dapat diperhitungkan dalam analisis. Misalnya, kebiasaan merokok, pendidikan, aktivitas fisik, tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan kolesterol.
Untuk kematian akibat penyakit kardiovaskular, kopi yang disaring dikaitkan dengan penurunan risiko kematian sebesar 12 persen pada laki-laki, dan penurunan risiko kematian sebesar 20 persen pada perempuan, dibandingkan dengan tidak minum kopi sama sekali. Angka kematian terendah juga terjadi pada konsumen yang mengonsumsi satu hingga empat cangkir kopi saring per hari.
Profesor Thelle berkata: "Temuan bahwa mereka yang meminum minuman kopi saring, sedikit lebih baik daripada mereka yang tidak minum kopi sama sekali, tidak dapat dijelaskan oleh variabel lain seperti usia, jenis kelamin, atau gaya hidup. Jadi, kami pikir pengamatan ini benar."

Kopi Filter Lebih Rendah Kolesterol

Kopi yang disaring juga lebih rendah risikonya dibandingkan minuman yang tidak disaring untuk kematian akibat sebab apa pun, kematian akibat penyakit kardiovaskular, dan kematian akibat serangan jantung.
"Analisis kami menunjukkan bahwa hal ini sebagian disebabkan oleh efek peningkatan kolesterol dari kopi yang tidak disaring," ujar Profesor Thelle.
Kopi tanpa filter mengandung diterpena, senyawa yang dapat meningkatkan kolesterol, dan para peneliti mengatakan secangkir kopi tanpa filter mengandung 30 kali lebih banyak diterpena daripada secangkir kopi yang disaring.
"Bagi orang-orang yang tahu bahwa mereka memiliki kadar kolesterol tinggi dan ingin melakukan sesuatu untuk mengatasinya, hindari minuman kopi tanpa filter, termasuk kopi yang dibuat di kafe," tutupnya.
Trending Now