Roti Turki, Jejak Peradaban Ribuan Tahun yang Masih Terjaga

26 November 2025 16:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Roti Turki, Jejak Peradaban Ribuan Tahun yang Masih Terjaga
Jika di Indonesia nasi adalah makanan pokok, lain halnya dengan di Turki. Di negara yang dikenal sebagai Negeri Dua Benua ini, roti memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.
kumparanFOOD
Simit, roti khas turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Simit, roti khas turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Jika di Indonesia nasi adalah makanan pokok, lain halnya dengan di Turki. Di negara yang dikenal sebagai Negeri Dua Benua ini, roti memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat Turki, roti bukan sekadar makanan pendamping, tapi jadi makanan yang wajib ada di meja makan, kapan pun dan di mana pun.
Ketika kamu berencana untuk liburan ke Turki, kamu mungkin perlu menyesuaikan diri karena nasi tidak mudah ditemukan seperti di Indonesia. Sebaliknya, roti akan selalu hadir menemani setiap hidangan, mulai dari sarapan hingga makan malam.
Rupanya, keberadaan roti di Turki bukanlah tradisi baru, roti menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat di sana. Jejak tradisi ini sudah mengakar sejak ribuan tahun lalu, terutama di wilayah Anatolia, salah satu tempat awal berkembangnya kehidupan menetap manusia.
Berbagai penemuan arkelogis di seluruh Turki terus membuka babak baru dari kisah panjang roti di Turki. Sisa-sisa roti kuno dan peralatan pembuat roti yang ditemukan menjadi bukti nyata bagaimana budaya kuliner ini tumbuh dan menyempurna dari generasi ke generasi.
Borek with Cheese. Foto: Dok. Turkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA)

Penemuan arkeologis menelusuri tradisi roti tertua di dunia hingga ke Anatolia

Penemuan arkeologis terbaru di Anatolia mengungkap akar kuno dari pembuatan roti dan menyoroti kekayaan warisan kuliner Turki. Di situs Çatalhöyük di Konya, yang terdaftar dalam Warisan Dunia UNESCO, para arkeolog menemukan roti beragi berusia 8.600 tahun di dekat tungku yang rusak, salah satu yang tertua yang pernah ditemukan.
Sementara itu, di Gundukan Küllüoba di Eskişehir, para ahli menemukan sepotong roti berusia 5.000 tahun yang mengandung gandum emmer dan lentil yang diyakini sebagai roti beragi dan dipanggang tertua di dunia. Diperkirakan dipanggang pada suhu sekitar 140°C, sebagian roti tersebut dibakar dalam ritual kesuburan dan dikubur di dekat ambang pintu rumah, mencerminkan eratnya hubungan antara makanan dan kepercayaan dalam masyarakat awal.
Gozleme with herbs. Foto: Dok. Turkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA)
Di sisi lain, penggalian di Kota Kuno Topraktepe (Eirenepolis) di Karaman mengungkap lima roti yang terkarbonisasi dan diperkirakan berasal dari abad ke-7 hingga ke-8 Masehi. Para ahli meyakini bahwa roti-roti ini mungkin merupakan roti sakramental yang digunakan dalam ritual Kristen awal. Penemuan arkeologis lainnya menemukan cetakan roti bermotif berlian (seperti baklava) di reruntuhan Harran di Şanlıurfa, Türkiye, salah satu pemukiman tertua di dunia. Diperkirakan dibuat sekitar 800 tahun yang lalu, cetakan tersebut memberikan petunjuk baru tentang bagaimana masyarakat masa itu menyiapkan roti sehari-hari mereka.
Tak terhitung kekayaan olahan panggang, dari kue sarapan lembut hingga roti padat yang mengenyangkan. Penemuan kuno ini menyoroti budaya roti dan pastry yang berakar kuat di Anatolia. Dengan sejarah yang membentang ribuan tahun, tradisi roti Türkiye masih hidup hingga kini dalam beragam bentuk yang tersebar di seluruh negeri. Toko roti tradisional dan pembuat roti rumahan dengan penuh cinta menciptakan berbagai jenis roti dan pastry, menggunakan bahan-bahan yang terinspirasi dari kekayaan lokal.
Kamu bisa menikmati sarapan santai di wilayah Laut Hitam dengan roti tepung jagung berwarna keemasan, menyantap sup panas dengan roti tandur di Anatolia Timur, atau memadukan “bazlama” dengan semur hangat di Anatolia Tengah. Budaya roti Türkiye sama beragamnya dengan bentang alamnya.
Borek with Minced Meat. Foto: Dok. Turkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA)

Pide: Roti Pipih Ikonik Türkiye

Di Türkiye, roti klasik somun disajikan di setiap waktu makan, sementara puluhan jenis roti daerah mencerminkan kekayaan bahan lokal, iklim, dan tradisi berabad-abad. Pide, roti pipih tebal yang dipanggang dalam oven batu berbahan bakar kayu, hadir dalam berbagai jenis seperti tırnak pide, tombik pide, dan Ramazan pidesi. Roti ini juga dapat disajikan sebagai pastry dengan berbagai topping, seperti keju, bayam, daging tumis, atau daging domba cincang. Popularitasnya yang tak pernah surut membuat restoran khusus pide mudah ditemukan, mulai dari İstanbul hingga kota-kota kecil di seluruh Türkiye.
Cheese Pide. Foto: Dok. Turkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA)

Tradisi Türkiye yang Terdaftar di UNESCO: Lavash dan Yufka

Lavash dan yufka adalah dua jenis roti lain yang memegang peranan penting dalam kuliner Türkiye. Selama berabad-abad, para perempuan di seluruh Anatolia telah membuat roti pipih tipis ini bersama-sama untuk persediaan musim dingin dan acara-acara istimewa seperti pernikahan, sebuah tradisi yang diakui oleh UNESCO pada tahun 2016 sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
Lavash yang sering disajikan bersama kebab, çiğköfte, dan hidangan panggang lainnya, digunakan untuk membuat dürüm yang sangat digemari. Yufka, yang bahkan lebih tipis, biasa dinikmati saat sarapan dengan keju dan menjadi lapisan lembut dari hidangan penutup ikonik Türkiye, baklava.
Yufka Bread. Foto: Dok. Turkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA)
Roti telah menjadi bagian dari kehidupan dan budaya Anatolia sejak zaman prasejarah, dan di Türkiye, kamu dapat menelusuri sejarahnya sekaligus menikmati beragam jenis roti yang masih dibuat hingga hari ini.
Trending Now