Studi Ini Ungkap Alasan Vegetarian Jijik Lihat Daging

21 Mei 2025 14:16 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi Ini Ungkap Alasan Vegetarian Jijik Lihat Daging
Kalau kamu punya teman vegetarian, mungkin kamu pernah dengar alasan mereka berhenti makan daging. Umumnya, mereka menyebut soal kepedulian terhadap hewan atau alasan lingkungan.
kumparanFOOD
Ilustrasi memotong daging dengan pisau. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memotong daging dengan pisau. Foto: Shutter Stock
Kalau kamu punya teman vegetarian, mungkin kamu pernah dengar alasan mereka berhenti makan daging. Umumnya, mereka menyebut soal kepedulian terhadap hewan atau alasan lingkungan. Tapi sebuah studi baru dari Inggris mengungkap alasan lain yang jauh lebih mendalam, dan cukup bikin mual.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Appetite ini melibatkan lebih dari 300 partisipan, terdiri dari 252 vegetarian dan 57 omnivora (pemakan segala). Para peserta diminta melihat gambar berbagai jenis makanan dan menilai reaksi mereka berdasarkan dua jenis emosi, yaitu distaste (penolakan karena rasa, bau, atau tekstur) dan disgust (rasa jijik yang mendalam dan intuitif).
Hasilnya adalah sayuran seperti zaitun, kecambah, atau bit memang bisa membuat sebagian orang merasa "enggak enak", tapi tidak sampai bikin jijik. Lain halnya dengan daging. Para vegetarian menunjukkan reaksi yang sangat kuat saat melihat gambar daging, setara dengan rasa jijik yang dirasakan pemakan daging saat melihat gambar kotoran, daging manusia, atau anjing.
Ilustrasi Vegetarian Foto: RossHelen/Shutterstock
Penolakan ini bukan sekadar soal prinsip atau kesadaran pribadi, tapi tampaknya berkaitan dengan reaksi instingtif yang lebih dalam. β€œIni adalah bukti paling kuat sejauh ini bahwa rasa jijik terhadap daging dan terhadap sayuran yang tidak disukai sebenarnya berasal dari proses yang berbeda,” jelas Natalia Lawrence, associate professor psikologi dari University of Exeter, seperti dikutip dari New York Post, Rabu (21/5).
Natalia juga menambahkan bahwa rasa jijik terhadap daging bisa berkembang seiring waktu, terutama saat seseorang sengaja mengurangi atau berhenti makan daging, misalnya saat mengikuti tantangan Veganuary, kampanye tahunan di Inggris yang mendorong orang untuk mencoba pola makan vegan selama bulan Januari.
Lalu, apakah pola makan vegan memang selalu lebih sehat? Jawabannya belum tentu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet nabati dapat memperlambat penuaan biologis. Namun, ada juga studi yang mengingatkan bahwa pola makan ini bisa menyebabkan kekurangan nutrisi tertentu jika tidak dirancang dengan baik.
Yang menarik, para peneliti juga melihat kemungkinan bahwa reaksi jijik terhadap daging ini bisa jadi berasal dari naluri perlindungan diri yang sudah tertanam sejak lama.
β€œMeskipun kita mungkin berpikir kita menolak makanan hanya karena kita tidak ingin memakannya, kami menunjukkan bahwa dasar penolakan ini sangat berbeda, dan kami pikir itu berevolusi untuk melindungi kita dari patogen yang mungkin tidak terdeteksi dalam daging.”
Trending Now