Studi: Makan Semangka Bisa Dukung Asupan Nutrisi dan Kesehatan Jantung

23 Oktober 2025 16:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi: Makan Semangka Bisa Dukung Asupan Nutrisi dan Kesehatan Jantung
Semangka jadi salah satu buah yang kerap diandalkan ketika tubuh sedang membutuhkan hidrasi.
kumparanFOOD
Ilustrasi perempuan makan semangka Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan makan semangka Foto: Shutterstock
Semangka jadi salah satu buah yang kerap diandalkan ketika tubuh sedang membutuhkan hidrasi. Ternyata, buah ini juga memiliki berbagai manfaat besar bagi tubuh, mulai dari meningkatkan asupan nutrisi penting hingga menjaga kesehatan jantung.
Manfaat tersebut dikemukakan dalam dua studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients. Dilansir MedicalNewsToday, studi tersebut meneliti efek konsumsi semangka terhadap kualitas pola makan dan fungsi kardiometabolik.
Dalam studi pertama, para peneliti menganalisis data dari 56.133 individu yang berasal dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). Data ini mencakup catatan konsumsi makanan selama 24 jam pada peserta berusia 2-18 tahun dan orang dewasa.
Rata-rata, orang dewasa mengonsumsi sekitar 125 gram semangka per hari, sedangkan anak-anak sekitar 162 gram. Hampir seluruh peserta memilih semangka segar, sementara sebagian kecil mengonsumsinya dalam bentuk jus. Dari data tersebut, peneliti menilai bagaimana kebiasaan makan semangka berpengaruh terhadap asupan nutrisi.
Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang rutin makan semangka memiliki asupan serat, magnesium, kalium, dan vitamin A yang lebih tinggi, yakni lebih dari 5 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak makan semangka.
Tak hanya itu, kadar gula tambahan dan lemak jenuh dalam pola makan mereka juga lebih rendah, sementara asupan likopen dan karotenoid justru meningkat. Mengutip AgResearch Magazine milik Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), kandungan likopen yang melimpah pada semangka berperan sebagai antioksidan yang baik bagi tubuh.
Meski hasil penelitian menunjukkan kaitan positif, Dr. Michelle Pearlman, dokter spesialis gastroenterologi dan nutrisi yang tidak terlibat pada studi tersebut, menilai hubungan sebab-akibat antara konsumsi semangka dan pola makan sehat masih belum bisa dipastikan. Namun, ia menyebut orang yang rutin makan semangka cenderung memiliki pola makan yang lebih baik.
β€œOrang yang makan semangka dan buah-buahan lainnya kemungkinan melakukannya untuk memuaskan keinginan makan manis mereka. Dengan mengonsumsi buah, mereka jadi cenderung makan lebih sedikit makanan olahan yang sering kali mengandung sirup jagung fruktosa tinggi,” ungkapnya, dikutip dari MedicalNewsToday.
Lalu, pada studi kedua, peneliti menelaah manfaat jus semangka dalam menjaga fungsi jantung setelah mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi. Asupan gula berlebih diketahui dapat menurunkan fungsi jantung dan aliran darah karena berkurangnya kadar nitric oxide (NO) dalam tubuh.
Semangka mengandung L-citrulline dan L-arginine yang berperan dalam pembentukan NO. Dalam penelitian ini, 18 orang sehat berusia rata-rata 23 tahun diminta mengonsumsi 500 ml jus semangka atau minuman plasebo setiap hari selama dua minggu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rutin minum jus semangka dapat membantu menjaga kestabilan detak jantung setelah konsumsi gula tinggi.
Dr. Kelly Johnson-Arbor, ahli toksikologi medis, menjelaskan bahwa kandungan antioksidan seperti vitamin C pada semangka mungkin memengaruhi kadar nitric oxide (NO). Namun, ia menilai masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan mekanisme pastinya.
Ilustrasi semangka. Foto: Shutterstock
Di sisi lain, sejumlah pakar jantung juga menyoroti bahwa manfaat semangka tak hanya berkaitan dengan fungsi detak jantung, tetapi juga kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
Banyak orang khawatir kalau semangka mengandung gula tinggi sehingga dianggap kurang baik untuk jantung. Akan tetapi, Dr. Rigved Tadwalkar, ahli jantung bersertifikat yang tidak terlibat dalam kedua studi tersebut, menegaskan kalau gula alami dalam semangka memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Tadwalkar juga menambahkan bahwa semangka mengandung beragam senyawa aktif yang dapat mendukung kesehatan jantung. β€œMisalnya, likopen pada semangka memiliki sifat antioksidan dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit arteri koroner dan stroke,” ujarnya.
Baik dari hasil penelitian maupun pendapat ahli, semangka bisa menjadi pilihan buah yang tak hanya menyegarkan tetapi juga mendukung fungsi tubuh, terutama bagi kesehatan jantung dan tekanan darah. Meski begitu, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan sehari-hari.
Reporter Salsha Okta Fairuz
Trending Now