Studi: Peningkatan Suhu Panas Berkorelasi dengan Meningkatnya Konsumsi Gula

24 September 2025 13:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi: Peningkatan Suhu Panas Berkorelasi dengan Meningkatnya Konsumsi Gula
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa meningkatnya suhu panas, secara langsung berkaitan dengan meningkatnya tingkat konsumsi gula.
kumparanFOOD
Ilustrasi makan es krim saat cuaca panas. Foto: moonmovie/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan es krim saat cuaca panas. Foto: moonmovie/Shutterstock
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa meningkatnya suhu panas, secara langsung berkaitan dengan meningkatnya tingkat konsumsi gula, terutama dari minuman manis dan dessert beku layaknya es krim.
Dilansir Food and Wine, studi yang dipublikasi dalam jurnal Nature Climate Change tersebut, menganalisis perubahan kondisi cuaca memengaruhi pengeluaran konsumen, terutama untuk makanan dan minuman.
Tim peneliti mengumpulkan data Nielsen Homescan Consumer Panel, yang melacak pembelian bahan makanan dari 40.000 hingga 60.000 rumah tangga di AS setiap tahunnya selama 15 tahun. Tim peneliti juga mencocokkan data nutrisi dari USDA untuk menghitung jumlah gula tambahan yang dikonsumsi setiap orang.
Hasilnya, ketika suhu meningkat dari 12 ke 30 derajat celsius, konsumsi gula meningkat 0,70 gram per derajat celsius. "Orang-orang cenderung mengonsumsi lebih banyak minuman manis seiring meningkatnya suhu," ujar Duo Chan, salah satu penulis studi dalam pernyataannya.
Ilustrasi suhu panas. Foto: Kazuhiro NOGI / AFP
"Tentu saja, di tengah iklim yang menghangat, hal itu akan menyebabkan kamu minum lebih banyak atau mengonsumsi lebih banyak gula. Dan itu, akan menjadi masalah serius bagi kesehatan," tambahnya.
Studi ini juga mengungkapkan perubahan lebih nyata terjadi pada rumah tangga berpenghasilan dan berpendidikan rendah.
Sementara, soal dampaknya di masa depan, para peneliti memproyeksi bahwa perubahan iklim yang ekstrem di masa depan akan memperburuk risiko kesehatan terkait asupan gula tambahan, terutama bagi mereka yang sosial-ekonominya kurang beruntung.
"Yang perlu kita khawatirkan adalah tingkat dampaknya lebih besar pada rumah tangga dengan penghasilan lebih rendah atau tingkat pendidikan yang lebih rendah," ujar Dr. Courtney Howard, wakil ketua Aliansi Iklim dan Kesehatan Global, yang tidak terlibat dalam studi ini, kepada AP.
Dan, dengan bumi yang diperkirakan akan menghangat hingga 2,5 derajat celsius pada tahun 2050, segala sesuatunya tampak semakin buruk, dan bukan dalam arah baik. Maka itu, dengan temuan ini semakin mengingatkan kita untuk lebih memperhatikan asupan gula harian demi kesehatan yang lebih baik di masa depan.
Trending Now