Studi: Rutin Minum Kopi Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Usus

28 Oktober 2025 14:32 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi: Rutin Minum Kopi Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Usus
Studi terbaru menunjukkan bahwa rutin minum kopi juga bisa membantu menjaga kesehatan usus.
kumparanFOOD
Ilustrasi kopi dalam gelas hijau. Foto: Makistock/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kopi dalam gelas hijau. Foto: Makistock/Shutterstock
Kopi sering menjadi minuman favorit pagi hari atau di sela aktivitas untuk membuat tubuh lebih segar. Hal ini karena kandungan kafeinnya yang dapat meningkatkan energi dan menahan kantuk. Namun, manfaat kopi ternyata tidak hanya sebatas itu. Studi terbaru menunjukkan bahwa rutin minum kopi juga bisa membantu menjaga kesehatan usus.
Temuan ini dimuat dalam jurnal Nature Microbiology (2024). Mengutip Food & Wine, para peneliti menganalisis data dari beberapa studi, termasuk 22.867 sampel feses peserta, untuk memahami dampak kopi terhadap bakteri usus.
Mereka kemudian membagi peserta menjadi tiga kelompok berdasarkan frekuensi minum kopi: kelompok “tidak pernah” (kurang dari 3 cangkir atau 20 g per bulan), peminum kopi “sedang” (3 cangkir per bulan hingga 3 cangkir per hari, 20–600 g), dan peminum kopi ‘berat’ (lebih dari 3 cangkir per hari atau >600 g).
Dilansir Harvard T.H. Chan School of Public Health, hasilnya menunjukkan bahwa peminum kopi “sedang” dan “berat” memiliki tingkat beberapa spesies bakteri lebih tinggi, salah satunya L. asaccharolyticus.
Ilustrasi menuang kopi Foto: Shutter Stock
Bakteri ini bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, yang berkontribusi pada kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan.
Menurut Thomas M. Holland, dokter sekaligus peneliti yang tidak terlibat dalam studi ini, bakteri L. asaccharolyticus kemungkinan ikut berperan dalam manfaat kesehatan kopi karena membantu memecah senyawa di kopi, seperti asam kinat.
“Senyawa hasil pemecahan ini, bersama senyawa lain di kopi seperti polifenol dan katekin, bisa memengaruhi kesehatan usus, mengurangi peradangan, dan mendukung metabolisme. Semua ini berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, sekaligus membuat bakteri baik di usus lebih beragam,” jelas Thomas, dikutip dari Medical News Today.
Berdasarkan studi sebelumnya, kopi memang mengandung beberapa senyawa yang dapat meningkatkan jenis dan jumlah bakteri baik di usus. “Polifenol dan asam klorogenat dalam kopi dikenal dapat berperan sebagai prebiotik, yaitu zat yang menciptakan lingkungan baik bagi mikroba tertentu di usus,” tambahnya.
Meski begitu, Michael Caplan, profesor klinis di University of Chicago yang tidak terlibat dalam studi tersebut, menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami manfaat kopi dan peran L. asaccharolyticus bagi kesehatan.
Ia juga tetap mengingatkan agar konsumsi kopi tidak berlebihan. Menikmati kopi dengan porsi yang secukupnya dapat membuat manfaatnya tetap optimal bagi tubuh dan usus.
“Sangat aman untuk minum satu atau dua cangkir kopi per hari, dan itu sudah cukup untuk merangsang flora usus agar siap mendukung kesehatan jangka panjang Anda,” kata Caplan.
Menurut Caplan, anjuran ini sudah sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang membatasi asupan kafein maksimal 400 miligram per hari atau sekitar empat cangkir kopi seduh.
Selain itu, studi ini menunjukkan bahwa menambahkan sedikit susu atau gula pada kopi tidak mengurangi manfaatnya bagi kesehatan usus. Jadi, kamu tetap bisa menikmati kopi sesuai selera tanpa mengurangi manfaatnya untuk usus dan tubuh.
Bagaimana menurut kalian?
Reporter Salsha Okta Fairuz
Trending Now