Studi: Susu Kambing Rendah Lemak Lebih Efektif untuk Mendukung Regenerasi Otot

15 Agustus 2025 10:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi: Susu Kambing Rendah Lemak Lebih Efektif untuk Mendukung Regenerasi Otot
Studi terbaru menemukan bahwa susu kambing rendah lemak ternyata lebih efektif membantu regenerasi otot dan mengurangi peradangan dibanding jenis lainnya.
kumparanFOOD
Ilustrasi susu kambing untuk anak. Foto: MargoLLL/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi susu kambing untuk anak. Foto: MargoLLL/Shutterstock
Bagi yang aktif berolahraga atau banyak aktivitas fisik, menjaga kesehatan otot penting untuk dilakukan. Salah satunya lewat asupan bergizi seperti susu, yang dikenal kaya kalsium untuk tulang dan fungsi otot. Studi terbaru menemukan bahwa susu kambing rendah lemak ternyata lebih efektif membantu regenerasi otot dan mengurangi peradangan dibanding jenis lainnya.
Studi tersebut dimuat dalam jurnal Food Science & Nutrition dan dilakukan oleh peneliti dari Universitas Peking serta Hyproca Nutrition di China. Mengutip Food & Wine, penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih dalam manfaat berbagai jenis susu untuk sarkopenia.
Dikutip dari Cleveland Clinic, sarkopenia adalah kondisi kehilangan fungsi, kekuatan, dan massa otot seiring bertambahnya usia. Menurut peneliti, sekitar 5โ€“13 persen orang berusia 60โ€“70 tahun mengalami sarkopenia, dan angkanya meningkat hingga 11โ€“50 persen pada usia di atas 80 tahun.
Ilustrasi susu kambing untuk anak. Foto: BearFotos/Shutterstock
Kondisi ini tentu mengkhawatirkan karena hilangnya massa otot dapat membatasi aktivitas. Uniknya, penelitian tersebut menemukan semua jenis susu berpengaruh terhadap pemulihan massa otot, tetapi efek paling besar justru ditemukan pada susu kambing rendah lemak.
Untuk mendapatkan temuan tersebut, para peneliti menguji beberapa jenis susu selama delapan minggu pada tikus percobaan. Tikus-tikus ini dibagi menjadi tujuh kelompok, yaitu kontrol normal (plasebo), sarkopenia tanpa susu, susu kambing murni, susu kambing rendah lemak, susu kambing rendah lemak diperkaya vitamin D, susu rendah lemak tinggi kalsium, dan susu sapi murni.
Untuk mendapatkan temuan tersebut, para peneliti menguji beberapa jenis susu selama delapan minggu pada tikus percobaan. Tikus-tikus ini dibagi menjadi enam kelompok: kontrol normal, sarkopenia, susu kambing murni, susu kambing rendah lemak, susu kambing rendah lemak yang diperkaya vitamin D dan kalsium, serta susu sapi murni.
Kelompok kontrol normal diberi larutan garam dan air sebagai plasebo. Lima kelompok lainnya disuntik deksametason untuk memicu sarkopenia. Empat di antaranya juga diberi jenis susu sesuai kelompoknya, sedangkan satu kelompok tidak diberi susu meski dibuat mengalami sarkopenia.
Ilustrasi takaran susu yang sesuai dengan usia anak. Foto: Shutterstock
Para peneliti kemudian menganalisis berat badan, kepadatan mineral tulang, kekuatan genggaman, morfologi otot, hingga tingkat peradangan pada tikus. Hasilnya, semua jenis susu membantu mengembalikan massa otot sekaligus memperkuat tulang. Efek paling besar terlihat pada susu kambing rendah lemak, terutama yang diperkaya vitamin D dan kalsium.
โ€œSusu kambing, terutama varian rendah lemak dan yang diperkaya vitamin D atau kalsium, menunjukkan manfaat yang lebih besar dalam mendorong regenerasi otot dan mengurangi peradangan dibandingkan dengan susu sapi, yang menyoroti pentingnya komposisi susu," tulis para peneliti, dikutip dari Food & Wine.
Temuan ini bukan tanpa alasan. Menurut peneliti, susu kambing dapat mengaktifkan sinyal pembentukan otot sekaligus menurunkan kadar penanda peradangan utama yang berkaitan dengan berkurangnya massa otot.
Selain itu, tikus yang diberi susu tersebut menunjukkan perubahan pada komposisi mikrobioma usus, salah satunya adalah meningkatnya jumlah bakteri baik bernama Leuconostoc yang berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Pada susu kambing, peneliti juga menemukan peningkatan bakteri Lactococcus dan Acinetobacter. Keduanya diyakini dapat mendukung metabolisme tubuh sekaligus mengurangi peradangan.
Meski begitu, penelitian ini masih dilakukan pada tikus sehingga hasilnya belum tentu sama pada manusia. Namun, temuan ini bisa menjadi dasar untuk studi lanjutan mengenai potensi susu kambing dalam mendukung kesehatan otot, tulang, dan pencernaan.
Reporter Salsha Okta Fairuz
Trending Now