Tren Kopi Campur Santan, Amankah bagi Kesehatan? Begini Kata Ahli Gizi IPB
31 Juli 2025 10:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Tren Kopi Campur Santan, Amankah bagi Kesehatan? Begini Kata Ahli Gizi IPB
Biasanya, santan dipilih sebagai pengganti susu atau untuk menambah cita rasa creamy pada sajian kopi. Namun, apakah kopi campur santan aman bagi kesehatan?kumparanFOOD

Biasanya, santan dipilih sebagai pengganti susu atau untuk menambah cita rasa creamy pada sajian kopi. Namun, apakah kopi campur santan aman bagi kesehatan?
Mengutip siaran resmi yang kumparan terima, Rabu (30/7), menurut Vieta Annisa Nurhidayati, SGz, MSc, dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Sekolah Vokasi IPB University, penggunaan santan dalam kopi diperbolehkan selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
βSantan bisa digunakan sebagai krimer, terutama untuk konsumen yang memiliki lactose intolerance maupun yang ingin menghindari produk hewani. Rasanya gurih dan bahkan bisa lebih creamy dibandingkan krimer biasa,β ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa santan mengandung asam laurat yang bersifat antimikroba dan berpotensi meningkatkan sistem imun. Jenis lemak dalam santan adalah Medium-Chain Triglycerides (MCT), yang sejatinya mudah dicerna tubuh.
Kendati demikian, Vieta mengingatkan bahwa kandungan lemak jenuh santan cukup tinggi. Karena itu, ia tidak menyarankan untuk dikonsumsi berlebihan.
βMeskipun secara umum aman, santan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang untuk menjaga kesehatan,β tambahnya.
Lantaran mengandung lemak jenuh tinggi, Vieta pun memberikan catatan khusus terutama bagi penderita dislipidemia, gangguan jantung, atau masalah empedu untuk berhati-hati mengonsumsi kopi berbahan campuran santan.
Nah, jadi, sebelum mengonsumsi kopi campur santan sebaiknya pastikan kamu tidak termasuk dalam golongan penderita ketiga penyakit tersebut, atau konsultasikan saja dulu ke dokter.
Namun jika kamu pengin mencicipi kopi campur santan, maka minuman ini bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menghindari produk susu, mengingat karakteristiknya yang lebih ramah bagi saluran pencernaan.
