Acha Septriasa Refleksikan Cinta dan Hidayah Lewat Film Air Mata Mualaf

28 November 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acha Septriasa Refleksikan Cinta dan Hidayah Lewat Film Air Mata Mualaf
Acha Septriasa Refleksikan Cinta dan Hidayah Lewat Film Air Mata Mualaf. Selengkapnya di sini.
kumparanHITS
Acha Septriasa hadir dalam jumpa pers Air Mata Mualaf di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Acha Septriasa hadir dalam jumpa pers Air Mata Mualaf di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan
Film Air Mata Mualaf resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia pada hari ini, Kamis (27/11). Perilisan ini menjadi puncak perjalanan panjang film yang sejak awal menarik perhatian publik, mulai dari rilis dua trailer dengan konflik emosional, kolaborasi lintas negara Indonesia–Malaysia–Australia.
Sejak rilis dua trailer sebelumnya, publik diperlihatkan lapisan-lapisan cerita yang membangun film ini: pencarian jati diri Anggie di tengah kehancuran personal, tarik menarik antara cinta keluarga dan pilihan hidup, serta perenungan besar tentang hidayah.
Acha Septriasa di Film Air Mata Mualaf. Foto: Istimewa
Acha Septriasa selaku pemeran Anggie, mengaku terhubung erat dengan perjalanan spiritual dan batin karakter tersebut.
"Perjalanan Anggie membuatnya memahami keteguhan hati seorang perempuan yang memilih tanpa membenci dan melangkah tanpa marah," ungkap Acha Septriasa dalam keterangan resminya.
Acha melihat melihat karakter Anggie sebagai sosok yang tetap mencintai keluarganya meski harus berjalan di arah yang berbeda.
"Ini sebuah refleksi akan keberanian seseorang untuk jujur pada dirinya sendiri tanpa memutus hubungan dengan orang orang yang ia sayangi," lanjutnya.
Jumpa Pers Film Air Mata Mualaf. Foto: Istimewa
Sementara itu, Achmad Megantara, yang berperan sebagai seorang ustad, menilai film ini membuka ruang dialog tentang iman yang lebih luas dan personal.
"Perjalanan spiritual manusia tidak pernah satu bentuk. Ia menyampaikan bahwa banyak orang datang kepada keyakinan bukan karena amarah, tetapi karena panggilan yang tidak bisa dijelaskan. Dari perspektif tersebut, ia melihat film ini sebagai ruang dialog antara iman dan kemanusiaan yang harus terus dijaga," ungkapnya
Aktor Rizky Hanggono juga merasakan kedekatan emosional melalui beberapa adegan yang mengingatkannya pada pengalaman pribadi.
“Beberapa adegan dalam film menggugah ingatan pribadinya tentang hubungan dengan adik perempuannya. Ia menegaskan bahwa konflik keluarga sering lahir bukan dari kebencian, tetapi dari rasa takut kehilangan, dan film ini mengingatkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti mengarahkan hidupnya," kata Rizky.

Kata Produser soal Kisah di Film Air Mata Mualaf

Dalam jumpa pers yang digelar beberapa waktu lalu, sutradara Indra Gunawan menegaskan bahwa film ini bukan tentang benar atau salah.
"Film ini tidak dibuat untuk menentukan benar atau salah, tetapi untuk memotret manusia saat berada di persimpangan hidup dengan ketakutan, cinta, dan keberaniannya," ujar Indra.
Acha Septriasa di Film Air Mata Mualaf. Foto: Istimewa
Sementara produser Dewi Amanda menambahkan bahwa kisah yang diangkat berasal dari realitas sehari-hari yang dekat dengan banyak keluarga.
“Hidayah atau jalan pilihan tidak datang dari paksaan manusia, tetapi merupakan ketentuan Tuhan yang seharusnya dilihat dengan hati yang lebih lembut," pungkasnya.
Film Air Mata Mualaf juga dibintangi oleh bintang Internasional seperti Syamim Freida, Hazman Al Idrus, dan Matthew Williams. Kehadiran mereka memperkaya perspektif cerita sekaligus menegaskan bahwa tema tentang keluarga dan pencarian jati diri adalah bahasa universal.
Selain tayang di seluruh bioskop Indonesia, film ini juga akan rilis di Asia Tenggara serta Timur Tengah pada awal Desember.
Trending Now