Ariel NOAH-Piyu Padi Datangi Baleg DPR, Dimintai Masukan Soal RUU Hak Cipta

11 November 2025 14:24 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ariel NOAH-Piyu Padi Datangi Baleg DPR, Dimintai Masukan Soal RUU Hak Cipta
Rapat dimulai dengan pemaparan dari masing-masing asosiasi, yakni Ariel NOAH dari VISI dan Piyu Padi dari AKSI.
kumparanHITS
Ketua AKSI Satriyo Yudi Wahono atau Piyu (kanan) berbincang dengan Ketua VISI Nazril Irham atau Ariel (kiri) saat mengikuti RDPU dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua AKSI Satriyo Yudi Wahono atau Piyu (kanan) berbincang dengan Ketua VISI Nazril Irham atau Ariel (kiri) saat mengikuti RDPU dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Sejumlah musisi, penyanyi, hingga komposer lagu datang ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (11/11). Mereka diminta memberikan masukan untuk Revisi Undang-Undang (RUU) Hak Cipta.
Para pemusik itu terbagi ke tiga asosiasi. Yang pertama adalah Vibrasi Suara Indonesia (VISI) yang dipimpin Armand Maulana sebagai Ketua. Ia didampingi oleh Ariel NOAH, Vina Panduwinata, Fadly Padi, dan Judika.
Sementara, para komposer terkumpul di Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI). Ketuanya adalah Piyu Padi. Terakhir, ada Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) yang dipimpin oleh Gumilamg Ramadhan sebagai ketua umum.
Rapat dengar pendapat (RDP) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama VISI, AKSI, dan ASIRI terkait RUU Hak Cipta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (11/11). Foto: Abid Raihan/kumparan
Rapat dimulai pada pukul 13.35 WIB, dipimpin oleh Ketua Baleg, Bob Hasan.
โ€œUntuk memastikan proses pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi tentang RUU Hak Cipta agar berjalan komprehensif dan Implementatif kami memandang perlu untuk mengundang para pemangku kepentingan dalam ekosistemnya, ekosistem hak cipta di Indonesia secara spesifik,โ€ jelas Bob.
โ€œKehadiran AKSI, VISI, dan ASIRI menjadi sangat penting. Alasan utamanya adalah RUU ini bertujuan memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait,โ€ tambahnya.
Suasana pertemuan Vibrasi Suara Indonesia (VISI) dengan Fraksi PDIP di gedung DPR RI, Senayan, Jakpus pada Senin (10/11). Foto: Abid Raihan/kumparan
Bob menjelaskan, kehadiran masing-masing asosiasi mewakili masing-masing pemangku kepentingan, dari pencipta hingga penampil.
โ€œAKSI mewakili para pencipta atau komposer yang memiliki hak moral dan hak ekonomi atas karya ciptanya, sementara VISI mewakili para pelaku pertunjukan yang memiliki hak terkait,โ€ ucap Bob.
โ€œMasukan mereka akan sangat menentukan batasan ideal hak moral dan hak ekonomi dari setiap karya serta durasi dan mekanisme pewarisan pelindungan hak cipta,โ€ tambahnya.
Rapat pun dimulai dengan mendengarkan pemaparan dari masing-masing asosiasi.
Trending Now