Candra Darusman: Festival Jazz Jadi 'Benteng' Musisi Hadapi Perkembangan AI
27 September 2025 15:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Candra Darusman: Festival Jazz Jadi 'Benteng' Musisi Hadapi Perkembangan AI
Candra Darusman: Festival Jazz Jadi 'Benteng' Musisi Hadapi Perkembangan AI. Selengkapnya di sini. kumparanHITS

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat telah merambah berbagai sektor, tak terkecuali industri musik. Potensi AI untuk membuat karya musik hingga menggantikan peran musisi menjadi perbincangan hangat belakangan ini.
Namun, musisi senior Candra Darusman melihat festival musik, khususnya jazz, justru memiliki peran yang semakin krusial. Dalam konferensi pers Jazz Goes To Campus (JGTC) ke-48 yang digelar di Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9), Candra menjelaskan pandangannya.
"Menurut saya justru festival jazz itu semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat," ujar Candra.
Candra membenarkan bahwa AI mampu menghasilkan karya-karya musik yang kompleks.
"Karya pelaku itu bisa dilakukan oleh AI. Itu banyak sekali sekarang. Bahkan provider user itu sudah diciptakan oleh AI. Dan ini enggak bisa kita hindarkan," jelasn Candra.
Sebagai contoh, Candra menyebut bahwa seorang musisi seperti Rafi Sudirman sekalipun "bisa diganti AI."
Namun, menurut Candra, festival berfungsi sebagai wadah di mana musisi dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya yang tidak bisa ditiru oleh mesin.
"Nah, itulah fungsi festival, di mana penampil bisa tampil sebaik-baiknya," tegas Candra.
Dalam festival, ada interaksi langsung, ekspresi emosi, dan spontanitas yang terjadi. Elemen-elemen ini, di mata Candra, hanya bisa dihadirkan oleh manusia.
Candra yakin, dengan mempertahankan kualitas penampilan langsung, musisi bisa optimis menghadapi perkembangan AI.
"Dengan begitu, saya rasa, industri bisa survive dan tak bisa digantikan oleh AI," tutur Candra.
Candra menekankan pentingnya peran panggung dan pelayanan yang maksimal bagi para musisi di festival. Tujuannya agar seniman dapat menampilkan karya terbaik mereka dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi penonton.
"Dengan demikian, festival musik, khususnya jazz, tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga benteng pertahanan kreativitas manusia di era dominasi AI," tutupnya.
