Cerita Tompi Pernah Dapat Tawaran Jadi Caleg: Hampir Ketuk Palu, Akhirnya Batal
1 September 2025 12:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Cerita Tompi Pernah Dapat Tawaran Jadi Caleg: Hampir Ketuk Palu, Akhirnya Batal
Tompi menceritakan bahwa dirinya pernah dapat tawaran jadi caleg. Simak berita lengkapnya di sini. kumparanHITS

Tompi menyampaikan hal tersebut lewat unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (31/8).
"Mungkin ini saat yang tepat untuk bercerita. Sejak 2 periode pemilu lalu, ada beberapa partai bernama yang menawarkan saya maju sebagai caleg," tulis Tompi.
Tompi tertarik untuk menjadi caleg. Sebab, pelantun lagu Sedari Dulu ini berniat untuk membuat perubahan.
"Ada hasrat mau, karena ada keinginan untuk memperbaiki dan membantu," tulis Tompi.
Tompi Tolak Tawaran Jadi Caleg
Tompi mengatakan sudah ada pembicaraan terkait dirinya yang mendapat tawaran menjadi caleg.
"Dialog pun terjadi. Dan langsung dengan petinggi 2 kunci dari beberapa partai," tulisnya.
Pria 46 tahun itu memutuskan berdiskusi agar bisa menentukan tawaran yang terbaik untuknya.
"Saya pikir ada baiknya dengar aja dulu, jajaki, pikirkan baru putuskan mau berlayar dengan kapal pilihan. Semua tawaran terdengar sungguh-sungguh," tulis Tompi.
Tompi mengungkapkan bahwa dirinya hampir menerima tawaran untuk menjadi caleg.
"Hampir saya ketuk palu maju. Namun, last minute saya batalin pilihan karena beberapa hal," tulisnya.
Alasan pertama, kata Tompi, terkait dengan masalah finansial. Ia takut hal itu menjadi celah godaan.
"Saya belum selesai dengan diri sendiri secara finansial--takut sekali ini menjadi celah godaan untuk enggak konsisten jujur dan amanah," tulisnya.
Kemudian, Tompi menyatakan, bahwa dirinya khawatir tidak sanggup membagi waktu antara pekerjaan sebagai dokter atau politisi.
Alasan berikutnya Tompi memutuskan untuk menolak menjadi caleg karena terkait sistem.
"Melihat sistemnya saat itu, belum bisa dicerna akal sehat saya. Baru lihat dari luar... belum masuk ke dalam. (Pendanaan kampanye, gaji dll)," tulis Tompi.
Selain itu, Tompi mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin berkompromi dengan partai terkait hal-hal yang menurutnya keliru.
"Enggak kebayang masuk diajak mikir tapi harus nurut ama apa pun kata partai. ๐
untuk yan sering berurusan ama saya pasti paham, saya agak sulit kompromi dengan hal yang menurut saya keliru. Bahkan di perkumpulan dokter untuk urusan medis pun saya dianggap โsulit diaturโ โ- lha kalo ada yang ngaco masa dipertahankan? UBAH LAH! Maaf ya, no kompromi," tulis Tompi.
Alasan lainnya adalah Tompi tidak ingin menjadi anggota atau bawahan suatu kelompok yang diketuai oleh seseorang karena faktor 'orang lama atau keturunan'.
"Yang tidak di-support oleh background knowledge yang bergizi," tulis Tompi.
Alasan terakhir Tompi memutuskan menolak tawaran menjadi caleg karena tidak mendapat restu dari ibu dan istri.
"Dilematis memang...berharap perubahan enggak bisa hanya jadi penonton. Tapi kalau masuk, keseret arus โฆ" tulisnya.
Tompi berharap cerita mengenai dirinya yang menolak tawaran menjadi caleg bisa menjadi sebuah bahan renungan.
"Kita semua percaya Indonesia ini hebat besar kuat banyak orang baik banyak orang pemikirโฆ. Tinggal perbanyak orang jujur kali ya. Semoga cerita kecil ini menjadi renungan untuk kita semua yang ingin perbaikan lebih baik. Gak ada tempat untuk menyerah kan ๐Bismillah, semangat yuk," tulis Tompi.
