Chicco Jerikho hingga Sukatani Gelar Aksi Musikal di KPK
21 November 2025 18:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Chicco Jerikho hingga Sukatani Gelar Aksi Musikal di KPK
Sutradara Anggy Umbara menjelaskan alasan di balik gerakan aksi yang dihadiri Chicco Jerikho hingga band Sukatani tersebut.kumparanHITS

Chicco Jerikho hingga band Sukatani menggelar Aksi Musikal 19 November di depan Gedung KPK baru-baru ini. Acara tersebut mempertemukan sutradara, musisi, aktor lintas generasi, ulama muda, hingga figur publik.
Aksi ini sengaja dipusatkan di depan Gedung KPK Jakarta sebagai simbol darurat bagi situasi korupsi yang kian menggerogoti Indonesia.
Sutradara Anggy Umbara menjelaskan alasan di balik gerakan aksi ini. Menurutnya, generasi koruptor melahirkan generasi pembully.
"Perilaku para elite berimbas langsung dengan karakter dan masa depan generasi muda. Di lokasi ini, para pengisi acara ingin mengingatkan publik bahwa berantas korupsi bukan hanya isu politik, tetapi pondasi moral bangsa," kata Anggy Umbara, lewat keterangan resmi.
Aksi Musikal ini diinisiasi dan dipimpin oleh sejumlah nama penting seperti Anggy Umbara, musisi Sukatani dan Armia and The Shadows, aktor Chicco Jerikho dan Sinyo, serta ustaz muda Cholidi. Hadir pula Jonathan Latumahina, ayah dari David Ozora.
Melalui musik, orasi, serta penampilan panggung, aksi ini jadi simbol bahwa Indonesia semakin yakin bahwa ruang dan hak mereka semakin terbuka untuk berbicara di muka publik.
Sukatani Bawakan Gelap Gempita
Salah satu momen menggetarkan dalam aksi ini ketika musisi Sukatani menyajikan lagu Gelap Gempita. Dengan aransemen yang intens dan lirik yang berlapis makna, penampilan tersebut berubah menjadi semacam mantra kolektif, mengajak massa mengingat luka, kemarahan, sekaligus harapan yang selama ini terpendam untuk Indonesia.
Suasana hening menyelimuti area aksi, sebelum akhirnya tepuk tangan dan teriakan solidaritas menguat saat lagu mencapai klimaksnya. Penampilan Sukatani jadi simbol bahwa seni dapat menjadi medium perlawanan yang tak kalah kuat dari orasi.
Usai penampilan Sukatani, Chicco Jerikho menyampaikan orasi lantang mengenai pentingnya keberanian menyuarakan kebenaran.
"Saya tegaskan bahwa kebenaran tidak bisa dibungkam," pesan Chicco, disambut meriah oleh peserta aksi.
Sementara, Jonathan Latumahina menegaskan bahwa gagasan rakyat berkuasa bukan omong kosong.
"Ini potensi nyata yang bisa terjadi kapan saja di Indonesia, terutama saat rakyat berdiri bersama, bersuara lantang, dan menolak dibungkam dengan cara yang damai namun tegas," tutur Jonathan.
Aksi hari ini jadi pembuka ingatan soal kasus David Ozora, yang telah viral sejak 2023 dan memicu gelombang solidaritas publik. Menyusul tingginya perhatian masyarakat, kasus ini diangkat ke layar lebar oleh Umbara Brothers Film.
Film adaptasi kasus Ozora ini siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 4 Desember 2025, disutradarai oleh Anggy Umbara.
